Wapres Ma'ruf Sebut Akan Ada 6 Kawasan Industri Halal

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2328128 wapres-ma-ruf-sebut-akan-ada-6-kawasan-industri-halal-BanqUASTEb.jpg Maruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus mengembangkan industri produk halal adalah melalui pembentukan kawasan-kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada.

Wakil Presiden Ma'aruf Amin mengatakan akan ada 6 kawasan industri halal yang bakal dikembangkan pemerintah. Sehingga kapasitas produksi produk halal Indonesia bisa meningkat secara signifikan dan terintegrasi, semakin berkualitas serta berdaya saing global.

 Baca juga: Perkuat Integrasi Logistik, Industri Halal RI Bisa 'Jago' di Kancah Global

"Insya Allah ada 6 kawasan industri halal terbaru nanti untuk dorong industri halal," kata Ma'aruf Amin dalam video virtual, Selasa (15/12/2020)

 Baca juga: Ma'ruf Amin: Startup Bisa Dorong Ekonomi Syariah

Selain itu, kawasan industri halal (KIH) yang tumbuh dan berkembang diharapkan akan menarik perhatian investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia.

 Baca juga: Industri Halal Indonesia Kalah Cepat dari Thailand, Kok Bisa?

"Sudah ada dua kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan industri halal oleh Kementerian Perindustrian yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten dan SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Insya Allah akan ada enam kawasan industri halal yang akan menyusul," bebernya.

Dia menambahkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Digitalisasi mampu memajukan ekonomi dan keuangan syariah baik secara nasional maupun global di era baru pascapandemi Covid-19.

"Djigitalisasi tsidak dapat dihindari dan perlu kita pacu inovasi yang memberikan manfaat dan keunikan tersendiri dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini