Ini Alasan Maskapai Tak Jaga Jarak Penumpang di Pesawat?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 320 2331418 ini-alasan-maskapai-tak-jaga-jarak-penumpang-di-pesawat-O1vZFW2Jpx.jpg Bandara (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Maskapai penerbangan diminta untuk konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Utamanya adalah dalam mengontrol kapasitas penumpang dan juga menjaga jarak di dalam pesawat.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, selama ini hanya maskapai milik pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja yang menjaga jarak dan membatasi kapasitas penumpangnya. Sementara maskapai di luar itu masih belum konsisten untuk menjalankan imbauan pemerintah terkait dengan pembatasan penumpang.

"Kalau di udara itu berlaku tes kesehatan semuanya, namun dalam kondisi jaga jaraknya itu berlaku di maskapai penerbangan BUMN dan anak usahanya," ucapnya dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Wajib Rapid Test Antigen tapi Maskapai Ini Tak Jaga Jarak Penumpang di Pesawat 

Menurut Djoko, maskapai di luar BUMN penerapan menjaga jarak di dalam pesawat ini tergantung dari penumpang yang diangkut. Jika jumlah penumpang tersebut sedikit, maka penerapan jaga jarak di dalam pesawat diberlakukan.

"Sementara yang non itu, ternyata jumlah penumpangnya, yang artinya kalau jumlah penumpangnya tidak sampai 1% ya tetap berlaku tetapi kalau lebih dari itu ya sama dengan hari biasanya itupun terkadang masih ada penumpang yang duduknya tidak diatur sedemikian rupa," jelasnya.

Sementara itu, untuk penerapan kapasitas penumpang dan juga jaga jarak di dalam Kereta, PT KAI (Persero) relatif lebih baik. Karena hingga saat ini penerapan jaga jarak maupun pembatasan kapasitas penumpang tetap dijalankan dengan konsisten.

"Tapi kalau di kereta api, konsistensi tetap ada," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini