Anggaran Covid-19 Baru Terserap Rp483 Triliun, Masih Tersisa Banyak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 320 2331563 anggaran-covid-19-baru-terserap-rp483-triliun-masih-tersisa-banyak-U2KfMpwRia.jpg Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp483,62 triliun atau 69,6% dari pagu sebesar Rp695,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, realisasi tersebut didorong oleh pencairan pinjaman daerah, PMN BUMN, serta pinjaman BUMN. Sementara realisasi perlindungan sosial dan dukungan UMKM segera mencapai lebih dari 90%.

Baca Juga: Sri Mulyani: Resesi Ekonomi 2020 Sangat Dalam

"Realisasi tren penyerapan positif sejak Semester I-2020, dan pada akhir kuartal IV ini menunjukkan akselerasi pencairan pada semua kluster," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/12/2020).

Pemerintah terus memastikan agar program PEN tetap relevan dan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat sesuai kondisi ekonomi terkini.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, Menko Luhut Fokuskan Lokasi Wisata

Apalagi, kasus Covid-19 kembali meningkat di seluruh dunia. Jerman melaporkan kenaikan tajam pada tingkat kematian akibat Covid-19, sementara Inggris kembali mengambil kebijakan lockdown di London untuk menekan penyebaran Covid-19.

"World Health Organization (WHO) juga memberikan peringatan kepada Eropa terkait risiko peningkatan Covid-19 akibat libur Natal. Hal ini mengindikasikan risiko Covid-19 tetap perlu dikendalikan seiring dengan terjadinya gelombang kedua dan ketiga" katanya.

Lalu, kasus Covid-19 di Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan, namun di sisi lain jumlah pasien yang sembuh juga meningkat signifikan. Di sisi komoditas, sentimen positif atas perkembangan vaksin Covid-19 (Pfizer, BioNTech, dan Moderna) dan berlanjutnya peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai negara menyebabkan harga komoditas global melanjutkan penguatan selama bulan November, salah satunya adalah harga minyak dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini