Wall Street Mixed Dibayangin Jenis Baru Virus Covid-19

Selasa 22 Desember 2020 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 278 2331875 wall-street-mixed-dibayangin-jenis-baru-virus-covid-19-ZhVScZEvs8.jpg Bursa Saham Wall Street (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham di Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kekhawatiran atas virus baru yang lebih menular dari COVID-19 di Inggris membayangi perkembangan stimulus fiskal di Amerika Serikat yang telah lama dinantikan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,40 poin atau 0,12% menjadi berakhir di 30.216,45 poin. Indeks S&P 500 berkurang 14,49 poin atau 0,39% menjadi ditutup di 3.694,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 13,12 poin atau 0,10%, menjadi 12.742,52 poin, dilansir dari Antara, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga: 3 Indeks Utama Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Ditopang Harapan Stimulus

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah, dengan sektor energi dan utilitas ditutup masing-masing jatuh 1,8% dan 1,26%, memimpin kerugian. Sektor keuangan dan teknologi menguat masing-masing 1,24% dan 0,07%, hanya dua kelompok yang naik.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (19/12/2020) mengumumkan pembatasan yang lebih ketat untuk London dan bagian lain Inggris untuk memerangi lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan terkait dengan jenis baru virus yang lebih ganas.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Wall Street Galau

Saham-saham terkait perjalanan berada di bawah tekanan ketika lebih banyak negara mengumumkan rencana untuk melarang penerbangan dari dan ke Inggris.

"'Reli Santa' harus menunggu," kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York seperti dikutip Reuters. “jalan di depan mungkin bergelombang dan tidak pasti."

Wall Street juga melihat pembaruan tentang tambahan stimulus fiskal AS. Kongres AS mencapai kesepakatan tentang paket bantuan COVID-19 yang telah lama ditunggu-tunggu setelah berbulan-bulan gagal dalam negosiasi.

Paket bantuan 900 miliar dolar AS diatur untuk mencakup putaran pembayaran bantuan langsung tunai lainnya untuk individu, tunjangan pengangguran federal, dan lebih banyak dana untuk Program Perlindungan Gaji guna mendukung bisnis kecil.

"Rencana stimulus fiskal tampaknya cukup besar untuk menahan resesi, tapi tidak lama," tambah Carter. “Namun, meskipun tidak sebesar yang diharapkan oleh banyak pelaku pasar, ini mencakup banyak tindakan bermakna yang dapat mendukung pasar.”

Untuk pekan yang berakhir Jumat (18/12/2020), Dow naik 0,4%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,3% dan 3,1%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini