Sri Mulyani Bangga Emak-Emak Borong Surat Utang Negara

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 320 2332186 sri-mulyani-bangga-emak-emak-borong-surat-utang-negara-Bkexcdytp9.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenpan RB)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat mayoritas pembeli Surat Utang Negara (SUN) adalah kalangan ibu-ibu. Bahkan, jumlahnya mencapai 56% dari surat utang beredar.

"Sekarang yang membeli surat utang negara banyak masyarakat Indonesia, 56% surat utang negara yang dikeluarkan, oleh ibu-ibu," ujarnya, dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Jual Surat Utang hingga USD4,3 Miliar

Pembeli lainnya, lanjut dia, surat utang negara di dalam negeri juga dibeli paling besar oleh perbankan Indonesia karena melimpahnya dana pihak ketiga (DPK) di perbankan dan mereka hati-hati menyalurkan kredit kepada calon debitur.

Serta, pemerintah juga mendapatkan pembiayaan yang berasal dari pinjaman bilateral dan multilateral dengan porsi yang lebih kecil dibandingkan surat utang di dalam negeri.

Baca Juga: Lelang Surat Utang Hasilkan Duit Rp6,14 Triliun

“Lalu kemudian kita melakukan issuance atau penerbitan surat utang berdenominasi dolar atau euro maupun yen. Jadi kalau disebutkan bahwa mata uang asing atau surat utang luar negeri dominan itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 mendorong pemerintah memperlebar defisit APBN 2020 dari awalnya 1,76 persen atau sekitar Rp 307,2 triliun, membengkak menjadi 6,34 persen atau Rp 1.039,2 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 965,2 triliun di antaranya untuk membiayai PEN.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan Pemerintah Indonesia berhasil menjual obligasi USD4,3 miliar dalam jangka waktu 10, 30, dan 50 tahun.

 Baca juga: Lelang Surat Utang Hasilkan Duit Rp6,14 Triliun

"Pemerintah juga melakukan penerbitan green investment dengan pencapaian kupon terendah tenor 5 dan 10 tahun untuk sukuk global dan penerbitan sukuk global RI pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah," kata Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (18/12/2020)

Selain itu, pemerintah juga berhasil menerbitkan Samurai Bond sebagai sovereign pertama di pasar Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini