Menhub ke Pemudik: Kalau Tanda-Tanda Batuk di Rumah Saja

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 320 2333327 menhub-ke-pemudik-kalau-tanda-tanda-batuk-di-rumah-saja-XN11otzryh.jpg Menhub (Foto: Antara)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek penerapan protokol kesehatan sekaligus Random Check Rapid Antigen & GeNose dalam rangka Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Terminal Kampung Rambutan.

Hal ini guna memastikan penumpang bisa melakukan perjalanan dengan bus secara aman, nyaman, dan sehat di tengah pandemi.

Adapun, random check ini merupakan pesan bahwa dalam masa pandemi ini kita harus berhati-hati. Upaya melakukan random check ini sangat penting agar mereka yang merasa kurang enak badan, tidak berangkat.

“Di sini tadi saya mencatat ada sembilan orang, semuanya negatif. Jadi sebenarnya para pemudik sudah mengukur diri, kalau mau ke daerah harus dalam keadaan sehat. Dan terbukti random di dua tempat, di sini ada sembilan negatif semua. Oleh karenanya saya menganjurkan kepada pemudik yang hendak melakukan perjalanan, sekalipun kegiatan mudik ini adalah boleh-boleh saja tetapi harus dicatat kalau mereka hendak kembali ke kampung atau pergi berekreasi harus dalam keadaan sehat, kalau ada tanda-tanda batuk dan demam maka di rumah saja,” ujar Menhub dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Baca Juga: Libur Nataru, Moeldoko: Siapkan Berbagai Skenario Kurangi Kepadatan! 

Menhub mengatakan random check rapid test ini akan terus dilakukan, kerja sama antara Kemenhub, Dishub dan Korlantas Polri.

“Karena Kementerian Perhubungan kerja sama dengan Kepolisian dan Dishub akan melakukan random check dimana-mana. Yang pasti kita akan lakukan di terminal bus, rest area dan tempat-tempat yang ditetapkan oleh Dishub dan tempatnya kita rahasiakan. Saya minta ini tidak hanya dilakukan di Jakarta,” tuturnya.

Kemudian Menhub juga berpesan agar operator bus secara kontinyu dan konsisten terus menerapkan protokol kesehatan.

“Biasanya operator kaitannya dengan jaga jarak. Tadi saya naik ke atas bus, saya katakan bagus kalau ada 3 tempat duduk, cuma 2 yang diisi. Ini harus konsisten,” pungkasnya.

Sesuai Surat Edaran No. 3 Satgas Penanganan Covid-19 yang dirujuk oleh Kemenhub melalui Surat Edaran di empat matra yaitu darat, laut, udara, dan kereta api, disebutkan bahwa untuk perjalanan dari dan ke pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar Provinsi/Kab/Kota) diatur hal-hal sebagai berikut, salah satunya yaitu: Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, dihimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini