Sengketa Lahan Pesantren Markaz Syariah, Milik PTPN atau FPI?

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 03:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 470 2333882 sengketa-lahan-pesantren-markaz-syariah-milik-ptpn-atau-fpi-tV81ykf7OJ.jpg Lahan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sengketa lahan Pondok Pesantren Markaz Syariah, tersebar luas di media sosial. Lahan tersebut sudah di akui pihak FPI yang ternyata milik PTPN.

Tetapi, pihak FPI berulah dengan mengacu pada Undang-undang Agraria tahun 1960 yang menyebutkan jika suatu lahan kosong yang digarap oleh masyarakat lebih dari 20 tahun maka masyarakat berhak membuat sertifikat tanah.

Akhirnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Negara (BPN) buka suara terkait sengketa lahan Pondok Pesantren Markaz Syariah, Megamendung antara PTPN VII dengan Habib Rizieq Shihab.

Baca Juga: Sengkarut Markaz Syariah FPI, Habib Rizieq: Tanah Ini Ada Suratnya, Saya Membeli Over Garap! 

Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Suyus Windayana mengatakan, meskipun HGU atas PTPN habis, maka tidak semerta-merta tanah tersebut akan langsung dapat dikuasai oleh masyarakat. Karena pelepasan aset tersebut harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Sehingga tidak semerta-merta dengan berakhirnya tanah aset pemerintah tersebut langsung dapat dikuasai oleh masyarakat," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (25/12/2020).

Baca Selengkapnya: Sengketa HGU PTPN Vs Markaz Syariah Rizieq, ATR: Tidak Bisa Dikuasai Masyarakat!

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini