JAKARTA - Pengamat ekonomi dari INDEF Nailul Huda menilai kinerja perbankan syariah memang membaik akhir-akhir ini. Diperkirakan ini didorong oleh isu merger dengan pembentukan Bank Syariah Indonesia.
"Tapi juga ada alasan lainnya karena sistem kredit dan investasi di bank Syariah memberikan kepastian terhadap hasil dan risiko. Ini berbeda dibandingkan sistem perbankan konvensional," ujar Nailul ujar dia, Selasa (29/12/2020).
Menurut dia, ke depan jika dibentuk Bank Syariah Indonesia maka kemungkinan besar kinerja perbankan syariah Indonesia akan bertambah positif. Bahkan kemungkinan akan semakin menjamur bank syariah di Indonesia.
"Terakhir, Muhammadiyah sudah mewacanakan pendirian Bank Syariah sendiri. Ini sebuah hal yang positif bagi kinerja perbankan syariah nasional," jelas dia.
Dia juga mengingatkan agar pemerintah tidak selalu ketinggalan. Terlebih negara tetangga Malaysia sudah sangat sering dijadikan contoh sukses membangun keuangan syariah.