Indonesia Perbanyak Wirausaha Milenial di 2021, Begini Caranya

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 320 2336243 indonesia-perbanyak-wirausaha-milenial-di-2021-begini-caranya-1zKA0rtwcA.jpeg Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Program pengembangan wirausaha muda milenial pada 2021 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional jadi prioritas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM).

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan, rasio kewirausahaan nasional Indonesia ditargetkan mencapai 3,9% sampai 2024. Menurut dia, penambahan 1,5 juta wirausaha harus dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Anggaran Covid-19 Baru Terserap Rp483 Triliun, Masih Tersisa Banyak

"Dibutuhkan wirausaha yang berkualitas serta produktif dan kaum muda cenderung memiliki potensi itu. Oleh karena itu, upaya rasional yang harus dilakukan ke depan adalah dengan memprioritaskan penguatan dan pengembangan kewirausahaan pada kalangan milenial atau kaum muda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12/2020).

Arif melanjutkan, potensi demografi Indonesia sangat besar untuk penguatan dan pengembangan wirausaha muda produktif dan berkualitas. Perguruan tinggi misalnya, memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam jumlah besar sehingga layak menjadi sumber penguatan dan pengembangan wirausaha produktif dari kalangan anak muda.

 

"Pada tahun 2019 terdapat 4.621 lembaga Pendidikan Tinggi di Seluruh Indonesia, dengan total mahasiswa terdaftar sebanyak 8.314.120 orang," jelasnya.

Untuk itu, Kemenkop dan UKM melalui sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri akan menyediakan expert bisnis untuk layanan konsultasi bisnis dan pendampingan di lingkungan perguruan tinggi, sebagai upaya menjaring minat dan bakat wirausaha sekaligus sebagai sarana edukasi dan sosialisasi wirausaha di kalangan mahasiswa.

Selanjutnya, KemenKop UKM akan menggandeng HIMBARA dan Jaringan Angel Investor untuk menyediakan akses pembiayaan bagi mahasiswa calon wirausaha.

"Kami akan bersinergi dengan Kemenristek/BRIN untuk memfasilitasi pengembangan inovasi dan teknologi usaha guna peningkatan nilai tambah dan penciptaan wirausaha berbasis peluang," imbuh Arif.

Pada 2021, pihaknya akan mengembangkan tiga program prioritas yakni penyediaan layanan konsultasi bisnis dan pendampingan di 37 Perguruan Tinggi Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Maluku, dan Papua. Kemudian pengembangan inovasi dan inkubasi wirausaha pada Lembaga Inkubator di 37 PT Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Maluku, dan Papua.

Selanjutnya memberikan akses pembiayaan wirausaha dengan untuk 37 Lembaga Inkubator Perguruan Tinggi (PT) Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Maluku, dan Papua yang seluruhnya dapat terhubung dengan akses pembiayaan wirausaha Himbara dan Jaringan Angel Investor. Di samping juga sebanyak 1500 wirausaha pemula bisa mendapatkan bantuan permodalan.

Arif mengatakan total potensi demografi untuk penguatan dan pengembangan wirausaha muda produktif dan berkualitas melalui 37 Perguruan Tinggi mencapai 1.114.153 mahasiswa (berdasarkan pemetaan melalui data statistik Pendidikan Tinggi tahun 2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini