Diduga Kerja Paksa, AS Larang Impor Minyak Sawit dari Perusahaan Malaysia

Jum'at 01 Januari 2021 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 320 2337151 diduga-kerja-paksa-as-larang-impor-minyak-sawit-dari-perusahaan-malaysia-hsjkRJ5GHV.jpg AS Larang Impor Sawit dari Malaysia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengumumkan larangan impor minyak kelapa sawit dari perusahaan Malaysia. Hal tersebut merujuk dugaan kerja paksa.

Badan Urusan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai CBP mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pihaknya telah mengeluarkan perintah penundaan pengeluaran barang yang memungkinkan menyita pengiriman produk minyak kelapa sawit dari Sime Derby.

Baca Juga: Tak Main-Main! Ini Bukti Sawit Penting bagi Perekonomian Indonesia

“Withhold Release Order atau perintah penundaan pengeluaran barang ini menunjukkan betapa pentingnya bagi warga Amerika untuk terlebih dahulu meneliti produk yang mereka beli sehari-hari,” tampak Penjabat CBP Komisioner Mark A. Morgan, dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (1/1/2021).

“Konsumen Amerika dapat membantu mengakhiri perbudakan modern ini dengan memilih untuk hanya membeli produk-produk yang sumbernya etnis dan manusiawi,” sambungnnya.

Baca Juga: Ternyata Kelapa Sawit Mengandung Zat Ini, Tak Cuma Campuran B30

Minyak kelapa sawit digunakan dalam banyak produk, mulai dari makanan hingga kosmetik dan biodiesel. Indonesia dan Malaysia adalah eksportir utama minyak kelawa sawit, yang produksinya dituding sebagai penyebab deforestasi.

Menurut laporan CNN, pada tahun fiskal 2020 ini Amerika mengimpor minyak kelapa sawit mentah dari Malaysia yang bernilai USD410 juta.

“Minyak kelapa sawit adalah bahan utama dalam banyak produk yang dibeli dan digunakan para konsumen Amerika. Saya kira penting bagi manufaktur dan para importir untuk mengetahui lokasi di mana ada risiko kerja paksa yang lebih tinggi,” ujar Direktur Direktorat Penegakan Hukum Perbaikan Perdagangan CPB Ana Hinojosa.

Sime Darby Plantation belum memberi tanggapan atas pengumuman itu. Ini adalah perusahaan ketiga di Malaysia yang dikenai larangan impor karena dugaan kerja paksa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini