Guru Tak Masuk Formasi CPNS 2021, Hidayat Nur Wahid: Diskriminasi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 02 Januari 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 320 2337630 guru-tak-masuk-formasi-cpns-2021-hidaya-nur-wahid-diskriminasi-Rb6Cu8olpI.jpeg Seleksi CPNS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan tak memasukkan lowongan guru ke dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Hal ini mendapat kritikan keras dari berbagai elemen karena menilai adanya tindakan diskriminasi terhadap tenaga penddidikan tersebut.

Salah satu protes keras itu datang dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Dirinya menyayangkan sikap pemerintah ihwal membeda-bedakan sikapnya kepada guru.

Baca Juga: 5 Fakta Seleksi CPNS 2021, Maaf Bukan untuk Guru

Seharusnya, mengingat jasa guru amat tinggi, pemerintah melayaninya masuk ke dalam lowongan abdi negara.

“Mestinya Pemerintah tak lakukan diskriminasi, dengan tidak memasukkan guru masuk kategori CPNS,” tulis Hidayat dalam akun Twitternya @hnurwahid yang dikutip Okezone, Sabtu (1/2/2021).

Baca Juga: 6 Fakta Gaji PNS Minimal Rp9 Juta Batal, Tjahjo Kumbolo Minta Maaf

Dia menilai keputusan pemerintah tersebut perlu segera dikoresksi karena bisa masuk kategori pelanggaran HAM.

“Karena diskriminasi seperti itu bisa masuk kategori pelanggaran HAM (psl 28D ayat 2&3 UUDNRI 1945). Penting sgra dikoreksi, unt kebaikan dunia Pendidikan&HAM,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, pada seleksi CPNS tahun depan tidak akan ada formasi guru. Karena seluruh formasi PPPK akan dialihkan menuju seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Kemudian apakah guru CPNS, sementara ini bapak Menpan, bapak Mendikbud sepakat bahwa ke depan guru akan beralih menjadi PPPK," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/12/2020).

Bahkan menurut Bima, lowongan guru juga tidak akan pernah lagi diisi lewat seleksi CPNS ke depannya. Hal ini juga termasuk untuk pengisian tenaga kesehatan hingga penyuluhan yang nantinya akan diisi oleh lewat seleksi PPPK.

"Ke depan kami tidak akan menerima dengan status CPNS tapi PPPK. Demikian juga tenaga kesehatan dokter, penyuluh juga PPPK," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini