Sambut 2021, UMKM Harus Berbasis Riset dan Pengembangan

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 03 Januari 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 320 2337952 sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan-fRTIplyGpF.jpg perhitungan ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit menyebut pentingnya pemerintah dan pelaku UMKM bersama-sama mengambil langkah pasti agar memulihkan UMKM sesegera mungkin. Hal ini disebabkan belum ada tanda-tanda berakhirnya pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020.

“Kami mengharapkan tidak hanya pemerintah yang melakukan perbaikan database, kolaborasi, dan membuka berbagai akses bagi UMKM melalui berbagai kebijakan, tetapi UMKM juga harus konsolidasi, digitalisasi, kreatif, serta inovatif berbasis R&D," ujar Victoria dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1/2021).

 Baca juga: Beda Nasib UMKM saat Krisis Covid-19 dan 1998

Victoria menambahkan, sektor yang sangat potensial untuk digarap adalah sektor pertanian. Hal ini didasari data dimana sektor tersebut trennya tetap positif.

"Terakhir di Q3 2020 angkanya di 2.15 persen. Ini potensi, pangan itu tetap dibutuhkan meski pandemi menerjang," kata dia.

 Baca juga: Cerita Teten soal UMKM Terdampak Covid-19 hingga Kemiskinan Bertambah

Dia menuturkan, UMKM merupakan sektor yang harus pulih lebih dulu. Karena, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 97 persen.

"Masyarakat harus terlibat secara nyata, yakni dengan belanja produk UMKM supaya ekonomi bisa tetap bergulir," ucap Victoria.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai kolaborasi. Diantaranya, alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp123,46 triliun untuk UMKM dan berbagai program lintas stakeholders telah ditempuh sebagai langkah gotong-royong untuk memastikan UMKM bertahan di tengah dampak COVID-19 yang kian menyesakkan.

Kemenkop UKM juga telah melakukan enam program PEN khusus UMKM, mulai dari Restrukturisasi Usaha hingga Banpres Produktif, 3,4 juta unit UMKM onboarding, Rp303 triliun potensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), dan Rp35 triliun potensi belanja BUMN, 27 juta masker UMKM senilai Rp150 miliar, kolaborasi 9 Agregator untuk pemenuhan 7 komoditas pangan masyarakat dari KUMKM melalui 9 Klaster Pangan BUMN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini