Lanjutnya, investor perempuan yang membeli surat berharga di sektor ritel sebesar 56% . Sedangkan untuk obligasi ritel sebesar 58 %. Kendati demikian, di sektor bursa, persentase investor perempuan disebut masih minim.
Baca juga:Lelang Surat Utang Hasilkan Duit Rp6,14 Triliun
Saat ini, perempuan memiliki pengetahuan tentang mengelola keuangan secara tepat.
"Jadi perempuan itu mampu, dan mereka mengerti bagaimana menempatkan uang di tempat instrumen investasi yang baik meskipun untuk di bidang bursa masih lebih rendah namun dari sisi membeli surat berharga negara, mereka lah kreditor saya,"tandasnya.
(Fakhri Rezy)