Gojek dan Tokopedia Belum Masuk Daftar IPO 2021

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 278 2340033 gojek-dan-tokopedia-belum-masuk-daftar-ipo-2021-7T3j722gmW.jpg IPO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum menerima dokumen permohonan pencatatan efek baik dari Gojek maupun Tokopedia. Artinya, dua unicorn technology tersebut belum masuk dalam pipeline BEI tahun ini.

"Dua perusahaan tersebut belum kami terima dokumennya. Sehingga belum kami proses evaluasi kelayakannya untuk dapat tercatat di BEI," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat dihubungi hari ini di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: IPO, Widodo Makmur Unggas Bidik Dana Segar untuk Pengembangan Usaha

Selanjutnya dalam rangka menjawab tantangan perubahan dan perkembangan model bisnis perusahaan – perusahaan di Indonesia, serta sebagai bentuk adaptasi BEI terhadap perkembangan persyaratan pencatatan di bursa global, saat ini kami tengah menyusun perubahan peraturan pencatatan Bursa Nomor I-A. "Kami harapkan peraturan pencatatan ini nantinya dapat lebih user friendly bagi para pelaku pasar, termasuk unicorn startup di Indonesia," ujarnya.

BEI siap menjadi strategic partner bagi seluruh perusahaan dengan berbagai size dan sektornya. Perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang bersama Pasar Modal Indonesia dan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.

Sementara pengamat ekonomi dari INDEF Nailul Huda mengatakan semua perusahaan digital khususnya Gojek dan Tokopedia pasti butuh yang namanya pendanaan untuk bisa bertahan. Karena itu biasanya mereka sering mengadakan sesi pendanaan untuk seri-seri sahamnya. Ketika sudah mulai kehabisan akal, salah satu jalan keluarnya lewat IP0.

"Sepertinya BEI sendiri juga bingung cara memvaluasi startup. Karena nilai valuasi dari perusahaan digital bisa sangat tinggi tapi asetnya tidak begitu besar" ujar Huda hari ini.

Sebagai informasi, per tanggal 6 Januari 2021 terdapat 33 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI yang terbagi dalam beberapa sektor yaitu;

- 6 perusahaan dari sektor Trade, Services & Investment;

- 2 perusahaan dari sektor Property, Real Estate & Building Construction;

- 2 perusahaan dari sektor Miscellaneous Industry;

- 2 perusahaan dari sektor Finance;

- 2 perusahaan dari sektor Infrastructure, Utilities, & Transportation.

- 1 perusahaan dari sektor Agriculture;

- 1 perusahaan dari sektor Tambang; dan

Nyoman menambahkan 17 diantaranya sedang dalam proses evaluasi awal dan pemetaan sektor di BEI karena dokumen yang baru diterima minggu terakhir Desember 2020 sd minggu pertama Januari 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini