Sektor Industri hingga Perumahan Bakal Pulih Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2340042 sektor-industri-hingga-perumahan-bakal-pulih-lebih-cepat-ini-penjelasannya-GSRHFB2V01.jpg Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi virus corona meluluhlantakan hampir sebagian besar usaha. Tak terkecuali juga pada sektor properti yang ikut terkena imbasnya akibat adanya pandemi.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, industri porperti secara keseluruhan tidak akan pulih dalam waktu dekat. Apalagi pandemi juga masih belum juga berakhir atau hilang sepenuhnya pada tahun ini.

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali Bikin IHSG Loyo

“Kalau tahun lalu kami masih yakin properti akan bergerak dipertengahan tahun 2021. Tapi kalau sekarang kita harus lebih realistis artinya memang kalau dengan kondisi sekarang masih cukup berat,” ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (6/1/2021).

Namun menurut Ferry, jika dirunut, maka sektor industri lah yang akan pertama bangkit lebih dahulu. Apalagi kini pemerintah banyak melakukan pembangunan kawasan industri, misalnya adalah kawasan industri di sekitar Patimban, Subang, Jawa Barat.

Memang, selama pandemi, aktivitas transaksi di sektor industri dikatakannya sangat minim. Bahkan, harga penawaran lahan industri secara umum itu pun mengalami koreksi 4,1%.

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali, Pengusaha: Mal Akan Banyak yang Tutup dan Dijual

"Kawasan industri akan pulih terlebih dahulu karena berhubungan dengan distribusi barang-barang, produksi barang. Subang akan menjadi kawasan industri baru dengan beroperasinya pelabuhan patimban," jelasnya.

Selain itu, sektor yang diprediksi akan bangkit paling cepat selanjutnya adalah sektor landed house atau rumah tapak. Mengingat, hal ini berkaitan dengan kebutuhan pokok dari banyak orang.

"Walaupun kita nggak cover di sini tapi ada kecenderungan bahwa landed house akan jadi sektor yang hot, yang cukup bergairah karena ini berkenaan dengan kebutuhan pokok dari banyak orang.

Apalagi, fasilitas untuk pembelian rumah yang ditawarkan seperti ada Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) juga kini semakin mudah. Meskipun saat ini masih tertekan, namun Ferry meyakini jika pulihnya sektor ini hanya tinggal menunggu kepastian dari pemulihan ekonomi ke depan.

"Ada beberapa yang menunda karena mereka masih was-was pekerjaan mereka masih secure atau nggak, apakah kantor mereka masih bertahan atau nggak. Kalau mereka yakin bahwa ekonomi membaik, kantor mereka sudah bisa bergerak, mereka akan yakin untuk pengajuan KPR," jelasnya.

Sementara itu, untuk sektor perkantorN diprediksi masih akan sulit. Karena sektor porperti yang satu ini sangat bergantung pada pulihnya perekonomian dan aktivitas bisnis di tahun ini.

“Kalau komersial seperti office, itu memang masih butuh waktu karena dia sifatnya berkenaan dengan korporasi jadi kita lihat bagaimana korporasi ini bisa stabil pada saat ekonominya membaik," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini