Dana Nganggur Rp218 Triliun, Sri Mulyani: Daerah Belum Bisa Belanja

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2340133 dana-nganggur-rp218-triliun-sri-mulyani-daerah-belum-bisa-belanja-bge8sVMd1b.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat masih ada dana pemerintah daerah (Pemda) yang mengendap.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan asli daerah turun selama tahun lalu. Namun, pemerintah daerah masih memiliki transfer ke daerah serta dana desa yang cukup besar, dan seharusnya masih mampu menjaga tingkat belanjanya..

Baca Juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp1.226,8 Trliun, Buat Apa Saja?

"Hingga november dana pemerintah daerah masih ada di bank Rp218,8 triliun. Ini angka yang sangat besar. Ini menunjukkan pemerintah daerah masih belum bisa belanja terutama untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Kemenkeu, Rabu (5/1/2020).

Dia memaparkan, pemerintah daerah memiliki alokasi belanja kesehatan mencapai Rp23 triliun, tetapi hanya mampu membelanjakan 59%-nya yakni Rp13,6 triliun.

 

Belanja untuk jaring pengaman sosial pun mencapai Rp22,1 triliun, sedangkan yang tereksekusi hanya Rp14,7 triliun. Bantuan untuk UMKM dan dukungan ekonomi dianggarkan pemerintah daerah senilai Rp6,74 triliun, dan hanya terealisasi Rp2,9 triliun.

Adapun realisasi kinerja anggaran di klaster kesehatan hanya Rp13,64 triliun atau 59% dari alokasi Rp23,02 triliun. Klaster perlindungan sosial sebesar Rp14,79 triliun atau 66,9% dari alokasi Rp 22,12 triliun. Klaster dukungan UMKM hanya sebesar Rp2,9 triliun atau 43,2% dari alokasi Rp6,74 triliun.

 "Kontribusi dari PAD (Pemda dalam APBD-nya menurun dari 24,5% jadi hanya 22,06%," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini