Sri Mulyani Lelang Mobil Ferrari, Berapa Harganya?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 320 2341159 sri-mulyani-lelang-mobil-ferrari-berapa-harganya-TajxJb4KZJ.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal melelang beberapa barang sitaan Kementerian Keuangan. Melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, tercatat ada beberapa lelang yang harganya sangat tinggi.

Direktur Lelang, Joko Prihanto mengatakan lelang tertinggi pada mobil berjenis Ferrari. Adapun mobil Ferrari ini merupakan barang sitaan pemerintah yang , harganya bisa mencapai Rp2 miliar.

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Buru-Buru Lelang Harley dan Sepeda Brompton Selundupan

“Itu ada di Kalimantan Barat yaitu mobil Ferrari. Harganya kurang lebih Rp500 juta bisa naik sampai 300%, dan bisa tembus Rp2 miliar dibeli," kata Joko dalam video virtual, Jumat (8/1/2021).

Lanjutnya, pemerintah sudah mempunyai satu aplikasi lelang.go.id untuk melaksanakan lelang tanpa kehadiran pembeli. Hal ini dilakukan efek pandemi Covid-19 yang mana tidak boleh banyak bertatap muka.

Baca Juga: Sri Mulyani: Indonesia Dapat Kepastian Vaksin, Masyarakat Bisa Tenang

"Permasalahan Juni kemarin kan nggak boleh berkumpul dan sempat down tidak ada kegiatan lelang, tapi teman-teman insan lelang terus berinovasi, di aplikasi kita tambahkan jalan saja tanpa kehadiran penjual, jadi pertemuannya virtual semua. Itu salah saatu kunci sukses di 2020, tentunya koordinasi dengan semua," katanya.

Saat ini, penguatan lelang swasta yang akan dilakukan oleh DJKN di tahun 2021 adalah membuka akses situs Lelang Indonesia atau lelang.go.id bagi PL Kelas II. Dengan demikian, PL Kelas II dapat melaksanakan lelang non eksekusi sukarela melalui lelang.go.id yang dapat diakses dari seluruh Indonesia.

Selain itu, DJKN juga akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap kepatuhan pelaporan PL Kelas II, termasuk melalui sinergi pembinaan dengan Pusat Pembina Profesi Keuangan (P2PK), serta melakukan simplifikasi dan regulasi peraturan mengenai PL Kelas II.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini