Dia menyebut, apabila nantinya proses vaksinasi itu menghasilkan perkembangan yang positif seperti terjadi penurunan angka kasus baru Covid-19, maka saham farmasi pun akan terus meningkat. Sebab, nantinya geliat aktivitas perekonomian di sektor tersebut akan kembali normal seperti dahulu.
“Sebenarnya, selama pandemic banyak orang tak berani ke dokter, sehingga resep dokter itu turun. Sehingga kalau vaksin itu ketemu bisnisnya akan kemali normal. Penjualan obat akan kemabli normal. Kalau itu terjadi, tentu industri farmasi masih akan menarik,” ujarnya.
Tercatat, pada penutupan perdagangan Jumat 8 Januari 2021, saham Indofarma naik Rp440 atau 9,65% ke level Rp5.000. Sementara saham Kimia Farma naik Rp545 ke level 11,28% menjadi Rp5.375 hingga saham Kalbe Farma naik Rp10 atau 0,67% ke level Rp1.495.
(Dani Jumadil Akhir)