Menaker Ida Sudah Negatif Covid-19

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 320 2342917 menaker-ida-sudah-negatif-covid-19-6harxZ6awp.jpg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (Foto: Dokumentasi Kemenaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dinyatakan negative covid-19. Ida sempat terpapar Covid-19 pada bulan Desember 2020. Saat ini kondisi Menteri Ida sudah membaik dan dinyatakan pulih.

"Alhamdulillah, ibu sudah sehat dan pulih. Ini sedang berada di Aceh untuk pencanangan bulan K3," ujar Kepala Subbagian Pemberitaan Kemnaker Dicky Risyana di Jakarta, Selasa(12/1/2021).

Baca Juga: Menaker Ida Covid-19, Kemnaker: Beliau Isolasi Mandiri

Kemarin Ida sempat menjadi keynote speaker Seminar Nasional bertema “Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berbudaya K3 pada Semua Sektor Usaha" di Universitas Iskandar Muda Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Kepada ratusan mahasiswa Universitas Iskandar Muda yang mengikuti seminar secara langsung maupun virtual, Menaker Ida juga mengungkap kondisi ketenagakerjaan saat ini. Data BPS menunjukkan, pada Agustus 2020 jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 138 juta orang. Terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur. Adapun tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07%.

Baca Juga: Positif Corona, Menaker Ida: Cuci Tangan dan Minum Vitamin Ya!

"Ada peningkatan jumlah dan tingkat pengangguran yang signifikan akibat dampak pandemi. Bahkan menurut BPS, terdapat 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi," kata Ida.

Ida menyebut untuk Provinsi Aceh, data menunjukkan ada 2,5 juta orang Angkatan kerja dengan jumlah penganggur sebanyak 167 ribu orang dan TPT sebesar 6,59%. Ada kenaikan TPT sebesar 0,42% dibanding tahun sebelumnya dan diperkirakan ada sekitar 388 ribu orang penduduk usia kerja terdampak pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh.

Menurut Ida, adanya pandemi menambah tantangan kondisi ketenagakerjaan selain dari tantangan sebelumnya terkait kualitas SDM, yakni kompetensi dan produktivitas. Data nasional menunjukkan, dari keseluruhan penduduk yang bekerja, sekitar 57% lebih berpendidikan rendah (SMP ke bawah) dengan skill terbatas.

"Untuk Provinsi Aceh kondisinya lebih baik, yakni%tase penduduk yang bekerja dengan pendidikan rendah sebesar 46%. Artinya%tase penduduk yang memperoleh pendidikan lebih tinggi sudah lebih besar dan hal ini tentu patut diapresiasi," kata Ida.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida pun memberikan apresiasi langkah civitas akademika Universitas Iskandar Muda menggelar acara seminar yang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang peranan budaya K3 dalam pembangunan SDM berkualitas.

Menaker Ida berharap acara seminar ini mampu membuka pintu kolaborasi dan sinergi agar semua stakeholders ikut mendukung peran Kemnaker dalam mendorong penguatan SDM unggul. "Yakni memuliakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha untuk mendorong produktivitas," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini