NEW YORK - Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (14/1/2021) waktu setempat. Di mana, Dow Jones dan Nasdaq sempat menyentuh rekor tertinggi.
Kenaikan tersebut karena harapan investor untuk stimulus fiskal baru menjelang proposal bantuan pandemi Presiden terpilih Joe Biden. Diimbangi oleh kondisi pasar tenaga kerja yang melemah.
Baca juga: Wall Street Ditutup Mixed, S&P 500 Ditopang Sektor Pertahanan
Laporan pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diharapkan minggu lalu. hal ini menggarisbawahi dampak dari kebangkitan infeksi COVID-19.
Namun, S&P 500 naik untuk ketujuh kalinya dalam sembilan sesi karena investor mengandalkan Biden yang mengumumkan pada Kamis malam rencana stimulus yang dapat melebihi USD1,5 triliun.
Baca juga: Wall Street Naik Tipis, Investor Memantau Perkembangan di Washington
Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (15/1/2021), Dow Jones Industrial Average naik 77,52 poin, atau 0,25% menjadi 31.137,99, S&P 500 naik 4,95 poin atau 0,13% menjadi 3.814,79 dan Nasdaq Composite bertambah 37,77 poin atau 0,29%, menjadi 13.166,72.
Enam dari 11 sektor S&P utama mengalami kenaikan. Sektor energi yang sensitif secara ekonomi menunjukkan persentase kenaikan terbesar.
"Ada tarik-menarik yang terjadi antara prospek stimulus fiskal lebih lanjut, sebagai akibat dari kontrol Demokrat terhadap Senat, dan pasar pekerjaan yang masih harus ditempuh sebelum pulih," kata Emily Roland, rekan kepala strategi investasi di John Hancock Investment Management.
"Anda memiliki kekuatan bersaing ini yang menjaga jangkauan pasar tetap terikat," tambahnya.
Tetapi Roland mencatat bahwa data pekerjaan yang mengecewakan dapat memberikan "umpan lebih lanjut bagi Biden untuk memasarkan rencana ini."