Rupiah Dibuka Menguat di Rp14.048/USD

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2344810 rupiah-dibuka-menguat-di-rp14-048-usd-fwLnAYcVLu.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) alami penguatan. Rupiah berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (12/1/2021) pada pukul 09.31 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 11 poin atau 0,08% dan berada di level Rp14.048 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 hingga Rp14.048 per USD.

 Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS

Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp14.115 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.115-Rp14.115 per USD.

Menurut riset Treasury MNC Bank, Minggu ini sentimen vaksinasi Covid-19 menggunakan CoronaVac masih menjadi sentimen utama penggerak pasar selain kenaikan harga komoditas. Presiden Jokowi menjadi orang pertama di RI yang divaksin, setelahnya jajaran pejabat publik dan publik figur juga mendapat giliran. 

 Baca juga: Rupiah Dibuka Lesu Dekati Rp14.100/USD

Indonesia telah mendapatkan 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, RI juga mendapat 15 juta bahan baku yang selanjutnya akan digunakan untuk membuat vaksin oleh PT Bio Farma (Persero). Meski proses vaksinasi nasional akan memakan waktu yang cukup panjang, tetapi harapan hidup berangsur normal akan kembali menjadi kenyataan.

Dari AS, pasar masih menunggu rencana stimulus fiskal di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden. Stimulus diperkirakan senilai USD2 triliun yang meliputi bantuan langsung tunai senilai USD 600 serta asuransi untuk pengangguran. Kenaikan klaim tunjangan pengangguran yang melesat hingga 965 ribu menjadi salah satu alasan uluran tangan dari pemerintah masih dibutuhkan. 

Selanjutnya, pernyataan ketua The Fed, Jerome Powell yang menegaskan bahwa suku bunga acuan tetap tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. Dengan kebijakan moneter yang akomodatif ini tentunya akan kembali menekan USD dan yield obligasi pemerintah AS sehingga memberikan peluang pada rupiah untuk kembali menguat. Mengacu pada keterangan sebelumnya, suku bunga acuan masih akan ditahan di kisaran mendekati nol persen untuk beberapa tahun ke depan, setidaknya sampai 2023.

Kabar positif lainnya datang dari perusahaan farmasi global Johnson & Johnson (J&J). Setelah melakukan uji coba terhadap vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan, hasilnya pun menjanjikan.

Berbeda dengan kebanyakan vaksin Covid-19 lain yang membutuhkan dua dosis atau dua kali suntikan, vaksin yang dibuat oleh J&J hanya membutuhkan satu dosis saja untuk setiap orang. Itu berarti pasien tidak perlu kembali untuk mendapatkan dosis tambahan sehingga menyederhanakan kebutuhan logistik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini