Gempa Majene, BNI Kantor Cabang Mamuju Tak Dapat Beroperasi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2345127 gempa-majene-bni-kantor-cabang-mamuju-tak-dapat-beroperasi-gImOrS9mZq.jpg Evakuasi Korban Gempa Majene. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengungkapkan bahwa operasional layanan perbankan Kantor Cabang (KC) Mamuju (yang berada di tengah kota Mamuju) tidak dapat beroperasi. Hal ini usai terjadi bencana gempa bumi di Majene-Mamuju.

Meski demikian, Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan, dua Kantor Cabang Pembantu (KCP) di bawah koordinasi KC Mamuju masih beroperasi yaitu KCP Topoyo dan KCP Pasangkayu.

Baca Juga: Berduka atas Gempa Mamuju & Majene, Airlangga: Bersatu, Ekonomi Sulbar Segera Bangkit!

Perseroan berusaha untuk mempercepat pemulihan jaringan kantor dan layanan digital perbankan yang sempat terdampak bencana di Kota Mamuju.

"Untuk saat ini 1 Kantor cabang BNI Mamuju serta 11 ATM BNI tidak berfungsi karena masih ada kendala aliran listrik dan jaringan komunikasi dampak Gempa Mamuju. Sedangkan 12 ATM BNI di kota Mamuju sudah dapat digunakan masyarakat untuk transaksi perbankan. Jika jaringan komunikasi kembali normal, maka pelayanan seluruh E-channel kami akan berfungsi kembali secara otomatis," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Gempa Majene, Tower Bandara Mamuju Rusak Tapi Penerbangan Tetap Berjalan

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hingga saat ini sebanyak 28 gempa mengguncang Majene, Sulawesi Barat dalam dua hari terakhir yakni tanggal 14 dan 15 Januari 2021.

Di mana dua gempa besar yakni pada hari Kamis 14 Januari 2021 dengan kekuatan magnitudo 5,9 dan Jumat 15 Januari 2021, pukul 01.28 WIB atau pukul 02.28 waktu setempat dengan megnitudo 6,2. Dan gempa susulan sebanyak 26 gempa.

“Kemudian kami sudah mencatat sejak kejadian yang pertama kemarin itu sudah terjadi 28 kali gempa. Termasuk dua gempa yang pertama yang kemarin jam 1, sekitar jam 1 siang kemudian yang kedua adalah yang dini hari tadi. Dan yang 26 adalah gempa-gempa susulan,” ungkap Dwikorita dalam Konferensi Pers Kejadian Gempa Bumi M6,2 Dan Potensi Bencana Hidrometeorologi secara virtual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini