Gempa Majene, Tower Bandara Mamuju Rusak Tapi Penerbangan Tetap Berjalan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2344920 gempa-majene-tower-bandara-mamuju-rusak-tapi-penerbangan-tetap-berjalan-A0bfiujV3V.jpg TNI AU Terbangkan Alutsista ke Majene. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Operasional penerbangan masih dapat berjalan pasca-gempa tektonik berkekuatan magnitude 6,2 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Meski demikian, gempa tersebut menimbulkan kerusakan beberapa gedung dan sarana prasarana publik, termasuk Tower Bandar Udara Tampa Padang di Kota Mamuju.

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan, Tower dan Kantor AirNav Indonesia Unit Mamuju mengalami dampak kerusakan, meskipun operasional penerbangan masih dapat berjalan.

Baca Juga: Gempa Majene, Pertamina Pastikan Kondisi SPBU dan Penyaluran BBM Berjalan Normal

”Gedung Tower sementara tidak digunakan. Saat ini pelayanan navigasi kami lakukan berbasis komunikasi di tempat yang terbuka, agar personil juga aman bila ada gempa susulan. Komunikasi penerbangan di Mamuju dibantu oleh pemanduan navigasi penerbangan dari Cabang Makassar (MATSC),” terang Praminto di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Praminto menambahkan bahwa operasional penerbangan di Unit Mamuju berjalan normal. “Pagi ini, AirNav telah melayani penerbangan pesawat CASA milik TNI-AL yang bertolak menuju Balikpapan dan pendaratan pesawat CRJ milik maskapai Garuda Indonesia yang terbang dari Makassar,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa Majene, Susi Pudjiastuti: Semoga Bantuan Segera Datang

Sebagai aksi tanggap darurat, lanjut Praminto, pagi ini AirNav Cabang MATSC telah mengirimkan 3 orang tambahan personel dan peralatan penunjang operasional ke Mamuju.

“Dari Makassar kita tadi langsung kirim 1 orang ATC dan 2 orang Teknisi. Semua dari Cabang MATSC.”, pungkasnya.

Di sisi lainnya, PT Pertamina memastikan sarana dan fasilitas (sarfas) khususnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Majene dan sekitarnya dalam kondisi aman. Di mana sebelumnya terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dan sekitarnya pada Jumat (15/1) 01.28 pagi WITA,

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VII Pertamina, Laode Syarifuddin Murasli, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau kondisi operasional Pertamina di Mamuju, Majene dan sekitarnya terutama yang paling dekat dengan pusat gempa.

“Untuk saat ini semua Lembaga Penyalur Pertamina tidak ada kerusakan sarfas berarti dan penyaluran normal seperti biasa. Apabila ada update akan kami sampaikan,” ujar Laode.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini