Di Tengah Pandemi, Total Aset LPEI Turun Jadi Rp92,1 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346550 kinerja-memburuk-total-aset-lpei-capai-rp92-1-triliun-M06k8ZOHV8.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) hingga Desember 2020 jumlah aset perseroan hanya mencapai Rp92,1 triliun. Total aset lembaga plat merah itu tercatat menurun bila dibandingkan dengan aset pada tahun 2019 yang sebesar Rp108 triliun.

 Baca juga: Sah, LPEI Dapat PMN Rp5 Triliun

Adapun total pembiayaan LPEI mencapai Rp90,4 triliun, penjaminan Rp9,9 triliun, asuransi Rp8,1 triliun, pendanaan senilai Rp65,1 triliun. Meski begitu, laba bersih emiten negara ini meningkat pada Desember 2020 dari minus Rp4,7 triliun ke Rp285 miliar.

Sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal tercatat 28,9 persen pada Desember tahun ini. Angkan ini naik dari yang sebelumnya yakni 17 persen.

 Baca juga: Penjaminan Kredit Eksportir Terdampak Covid-19 Bisa Kurangi PHK

Sementara Non Performing Loan (NPL) Net 9,8 persen yang sebelumnya tercatat ada dikisaran 14,0 persen.

Manajemen optimis pada 2021 kinerja emiten akan semakin membaik. Khususnya mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konslutasi.

"Tahun 2021 merupakan titik balik perbaikan kinerja keuangan dan diharapkan berlanjut di tahun berikutnya. Hal ini terlihat pada kinerja keuangan per Desember 2020 (unaudited)," tulis dokumen paparan LPEI saat Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi XI DPR diterima pada Senin (18/1/2021).

Komisi XI DPR menyetujui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) sebesar Rp5 triliun untuk Tahun Anggaran 2021. Persetujuan itu didasari atas upaya LPEI menggenjot nilai ekspor Indonesia guna mengurangi defisit impor.

Pada tahun ini, emiten plat merah itu mengusulkan PMN sebesar Rp5 triliun, di mana, dana segar tersebut akan dialokasikam pada dua penugasan. Pertama penugasan umum sebesar Rp2,5 triliun yang difokuskan pada pembiayaan Usaha Kecil dan Menenga (UKM). Kedua, penugasan khusus senilai Rp2,5 triliun.

Dalam tahap strategi, manajemen LPEI menerangkan, sepanjang 2021 sebagai tahap akhir dari Regain Our Footing. Di mana emiten yang menitikberatkan pada pelaksanaan mandat untuk mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, ssuransidan Jasa Konsultasi,

"(Berikutnya) perbaikan kualitas pembiayaan dan penguatan proses internal antara lain tata kelola dan manajemen resiko serta infrastruktur Management Informasi Sistim (MIS) dan teknologi," tulis keterangan dalam dokumen tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini