Sering Disorot soal Utang, Sri Mulyani Ngadu ke Menteri Agama

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 320 2347724 sering-disorot-soal-utang-sri-mulyani-ngadu-ke-menteri-agama-HHumKmVTFl.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenpan RB)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa selama ini Indonesia banyak mengeluarkan surat utang. Namun aset tersebut tak tercatat dalam neraca keuangan negara.

Salah satu bentuknya adalah proyek hibah yang pembiayaannya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Baca Juga:  Naik ke Puncak Gunung! Utang RI Bengkak Jadi Rp6.074,56 Triliun, Sri Mulyani Buka Suara

"Ini saya sering disorot masalah instrumen utang nih, Pak Menag. Barangkali bagus ikut menjelaskan pada konstituen bahwa instrumen ini ada gunanya, tidak selalu juga tercatat hasilnya di dalam neraca kita," kata Sri Mulyani secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Kata dia, Kementerian Agama mendapatkan pembiayaan proyek infrastruktur dari SBSN. Selanjutnya proyek tersebut dihibahkan ke madrasah atau pesantren yang bukan milik negara.

Baca Juga: Utang RI Tembus Rp6.075 Triliun, Sri Mulyani: Akibat Covid-19

Namun hal itu diperbolehkan. Nantinya, Kementerian Agama bisa melakukan pencatatan tersebut di pembukuannya.

"Jadi Pak Menteri Agama, nanti di neraca kita, kita banyak mengeluarkan surat utang, tapi asetnya enggak masuk ke neraca," bebernya.

 

Menurutnya, instrumen utang itu menurutnya tidak bisa seluruhnya masuk ke neraca keuangan.

Dia pun meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut menjelaskan soal manfaat instrumen utang.

 "Karena kalau umpamanya kita berikan bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, orangnya jadi sehat, tapi tidak muncul angkanya di dalam neraca, tapi utangnya muncul, Pak," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini