Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setelah Komentar Yellen, Perhatian Investor Tertuju ke Penetapan Suku Bunga BI

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 21 Januari 2021 |10:07 WIB
Setelah Komentar Yellen, Perhatian Investor Tertuju ke Penetapan Suku Bunga BI
Perhatian Investor (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pidato Joe Biden mengenai stimulus dalam acara pelantikan presiden Amerika Serikat (AS) cenderung melemahkan dolar AS. Kurs Rupiah pun berpotensi melanjutkan penguatan.

Hal ini lantaran meningkatnya sentimen risiko setelah komentar Janet Yellen, calon Menteri Keuangan AS yang diajukan Joe Biden, mengenai arah pengeluaran fiskal tambahan yang substansial untuk merangsang perekonomian AS.

Yellen tampil di hadapan Komite Senat Keuangan AS Selasa sebagai bagian dari sidang konfirmasi, dan mantan kepala Federal Reserve tersebut mendesak Kongres untuk "bertindak besar" terkait bantuan Covid-19.

Baca Juga: Joe Biden Dilantik, Rupiah Berotot dan Dolar AS Lesu 

Dia membela kebutuhan akan paket bantuan senilai USD1,9 triliun yang diusulkan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden guna menghidupkan kembali ekonomi yang lesu dan melindungi diri dari dampak negatif pandemi virus corona.

Penentangan pun mencuat terhadap rencananya dari anggota parlemen Republik atas jumlah biaya yang dikeluarkan mengingat adanya defisit anggaran yang sudah cukup besar. Tetapi Yellen menyatakan bahwa manfaatnya akan jauh melebihi biaya tersebut untuk jangka panjang.

Sementara itu, hari ini investor pasar modal yang menanti kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan siang nanti. Demikian seperti dilansir laporan Treasury MNC Bank, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Di Italia, Perdana Menteri Giuseppe Conte memenangkan mosi percaya di Senat Selasa malam, menyusul kemenangan DPR pada Senin, setelah ditinggal anggota junior koalisinya. Namun, ia akan terus maju tanpa kursi mayoritas yang solid di Senat.

Rapat kebijakan suku bunga terbaru Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis tampaknya akan menjadi sorotan besar, tetapi perubahan atas kebijakan moneternya terlihat tidak mungkin terjadi karena bank sentral tersebut telah mengajukan paket pelonggaran yang besar dan kuat pada bulan Desember silam.

Biro Statistik Australia mempublikasikan data Kepercayaan Konsumen versi Westpac yang turun 4.5% dari 112 menjadi 107 di bulan Januari. Kemerosotan ini tidak terlepas dari munculnya kluster virus Corona varian baru di beberapa negara bagian Australia, juga lonjakan kasus infeksi COVID-19 secara global.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement