Dolar Lesu di Tengah Membaiknya Data Ekonomi AS

Iffa Naila Safira, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2348796 dolar-lesu-di-tengah-membaiknya-data-ekonomi-as-Q6HfSsLC94.jpg Dolar AS Melemah. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis, karena investor mencari mata uang berimbal hasil lebih tinggi. Pasalnya, data ekonomi AS yang membaik dari perkiraan dan berlanjutnya optimisme terhadap paket stimulus penanganan Covid mendorong harapan pemulihan ekonomi AS.

Data AS menunjukkan bahwa perekonomian secara perlahan-lahan mendapatkan daya tarik, dengan klaim pengangguran yang sedikit dari perkiraan. Kemudian data pembangunan perumahan optimis dan indeks industei yang lebih tinggi untuk kawasan Atlantik tengah.

Baca Juga: Joe Biden Bakal Cairkan Paket Stimulus USD1,9 Triliun, Dolar AS Justru Melemah

"Di seluruh pasar aset, optimisme tentang pertumbuhan tinggi itu tepat. Kami melihat dolar melemah karena pertumbuhan global akan menjadi lebih baik, neraca perdagangan memburuk dan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneternya yang mudah," ujar Manajer Portofolio plPendapatan Brandywine Global Investment Management, Anujeet Sareen, dilansir dari Reuters, Jumat (22/1/2021).

Dolar biasanya merugi terhadap rekan-rekan utamanya pada saat ekspansi global, ketika investor cenderung mengambil lebih banyak risiko. Indeks dolar pun turun 0,2% menjadi 90,19, setelah menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Tinggalkan Level Tertinggi

Di sisi lain, Euro menguat terhadap dolar udai Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde memperingatkan tentang lonjakan baru infeksi Covid-19 dan prospek pembatasan berkepanjangan yang dapat menantang prospek ekonomi kawasan.

Pasar keuangan pun menunjukkan sedikit reaksi terhadap komentar Lagarde, karena pelaku pasar terus fokus pada apa yang tampak seperti prospek ekonomi global dan paket stimulus AS hampir USD2 triliun yang diusulkan oleh pemerintahan baru Presiden Demokrat Joe Biden.

Euro pun naik 0,5% terhadap dolar menjadi USD1,2159, naik juga terhadap yen menjadi 125,89 yen.

Greenback juga turun versus terhadap mata uang terkait dengan harga komoditas seperti dolar Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini