BRI Restrukturisasi Kredit 2,8 Juta Debitur Senilai Rp218,6 Triliun

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 320 2350195 bri-restrukrisasi-kredit-2-8-juta-debitur-senilai-rp218-6-triliun-jXh07OYsdB.jpeg Restrukturisasi Kredit Debitur. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak Covid-19 sebesar Rp218,6 triliun hingga 27 Desember 2020. Hal ini dilakukan dengan total debitur penerima relaksasi mencapai 2,8 juta.

"Dari jumlah tersebut, ada 2,72 juta debitur mikro dengan total portofolio Rp 82,85 triliun yang mendapat restrukturisasi dari BRI per November 2020," kata Direktur Utama BRI Sunarso, di Jakarta Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Promo Paket Data Telkomsel di Digital Banking BRImo, Begini Caranya

Pada periode yang sama, ada labih dari 148 ribu debitur mikro dengan nilai kredit Rp3,16 triliun yang berhasil keluar dari kategori berisiko karena mampu membayar kewajibannya.

Namun menurut dia, pada triwulan IV-2020, tren restrukturisasi BRI tercatat menurun. Penurunan restrukturisasi terjadi selama tiga bulan berturut-turut.

Baca Juga: Layanan Perbankan BRI Tetap Beroperasi Pasca-Gempa Sulbar

Hal ini menunjukkan telah terjadi recovery bisnis debitur khususnya setelah masa pemberian stimulus yang mereka dapatkan.

"Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kemampuan membayar para debitur UMKM, dan diprediksi akan berlanjut sepanjang 2021," ucapnya.

Tren kenaikan jumlah debitur UMKM penerima restrukturisasi yang berhasil melunasi kewajibannya dan mendapat pembiayaan baru dari BRI telah meningkat signifikan sejak Juli 2020.

“Ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi usaha pelaku UMKM, sejalan dengan proses pemulihan ekonomi nasional. BRI berkomitmen melanjutkan pengelolaan restrukturisasi secara baik, bersamaan dengan upaya mendorong agar kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah semakin pulih. Kami konsisten ingin tumbuh dan berkembang bersama UMKM, bahkan di masa krisis sekalipun,” urai Sunarso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini