Komisi IV Sesalkan Sri Mulyani 'Sunat' Anggaran Kementan Rp6,3 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 320 2350395 komisi-iv-sesalkan-sri-mulyani-sunat-anggaran-kementan-rp6-3-triliun-ejTszNY9sR.jpeg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memangkas anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp6,33 triliun. Hal ini tercantum dalam keputusan menteri Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021.

Dalam isi keputusan itu, Kementan harus melakukan penghematan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 berupa pemotongan anggaran senilai Rp6,33 triliun. Dengan begitu, anggaran operasional Kementan yang semula disepakati sebesar Rp21,84 triliun menjadi Rp15,51 triliun saja.

Baca Juga: Jokowi: Anggaran PUPR Rp149,8 Triliun, Harus Ada Dampak Signifikan

Kebijakan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ihwal pemotongan anggaran Kementerian dan lembaga didasari pada kondisi ketidakpastian ekonomi makro akibat pandemi Covid-19.

"Saya secara pribadi sangat menyesalkan pemotongan anggaran Rp6 triliun, karena apa? orang lagi pandemi, semua negara lagi tahan anggarannya, sementara kita ini butuh peningkatan pangan, dipotong anggarannya Rp6 triliun sekian. Kemarin waktu rapat dengan eselon 1, saya tidak mau lagi ada kebohongan data, kalau 21 triliun penghasilan harus 25.000 ton. kalau 15 triliun, produksi 3.500 ton," ujar Sudin Selasa (25/1/2021).

Baca Juga: Seruan Sri Mulyani Hemat Anggaran, Apa Alasannya?

Dalam rapat kerja (raker) bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dan jajaran pejabat Eselon I Kementan, Sudin meminta agar Sri Mulyani mengembalikan anggaran yang dipangkas tersebut kepada Kementan. Alasan dia, pemotongan anggaran akan menghambat proses kinerja di sektor pangan.

Dia bilang, pangan menjadi kebutuhan dasar rakyat yang tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab Kementan.

"Saya berharap terbuka hatinya Menteri Keuangan untuk mengembalikan lagi anggaran tersebut ke Kementerian Pertanian. Kita akan bisa terjadi rawan pangan dan kekurangan pangan. Apakah memang Pak Menteri dan jajarannya tidak mampu untuk bisa melakukan penjelasan yang sangat penting kepada pemerintah agar tidak dipotong anggaran begitu besar? Karena tentunya sangat berefek," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini