Share

Seleksi Ketat Dewan Pengawas SWF, dari 280 Kandidat Dipilih Hanya 3 Orang

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 320 2350445 seleksi-ketat-dewan-pengawas-swf-dari-280-kandidat-dipilih-hanya-3-orang-U7W9hYXwmz.jpeg Investasi RI 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah dalam memilih dewan pengawas profesional Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) sangat berhati-hati. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menceritakan bagaimana pemerintah menerima banyak kandidat dalam menjadi pengawas LPI.

Adapun, sebanyak 280 kandidat yang mencalonkan diri, namun seleksi saat itu hanya 28 kandidat yang dipanggil. Sebanyak 28 kandidat itu dipanggil untuk diwawancara oleh panitia seleksi.

Baca Juga: Kepala BKPM Buka Rahasia Realisasi Investasi Bisa Tembus Rp826,3 Triliun

Lalu, kandidat dikerucutkan menjadi 6 calon dewas, yang disodorkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ilustrasi struktur dana kelolaan LPI–LPI didirikan untuk mengelola investasi pemerintah dan kerjasama dengan mitra investor dalam sektor komersial penting bagi pembangunan dan penciptaan lapangan kerja. Dari proses ini 280 kandidat menyampaikan aplikasi. Ini sangat ketat,"kata Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR, Senin (25/1/2021).

Baca Juga: Juara, Singapura Raja Investasi di Indonesia

Kata dia, proses rekrutmen telah bergulir sejak Desember 2020 saat pemerintah mengumumkan rekrutmen di media massa.

Kemudian, seleksi tahap pertama dan kedua berlangsung dari 28 Desember 2020-8 Januari 2021.

"Nanti pada 11 Januari 2021, 6 nama calon dewas profesional diserahkan kepada Jokowi untuk diseleksi menjadi 3 nama final," bebernya.

Dia menambahkan delapan karakteristik yang juga menjadi keunggulan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) besutan pemerintah atau disebut Indonesia Investment Authority (INA).

"Jadi ada keseimbangan antara tujuan ekonomi dan manfaat komersialnya," tuturnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini