Janji Mendag Lutfi, RI Jadi Negara Pengekspor Barang Berteknologi Tinggi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 320 2351127 janji-mendag-lutfi-ri-jadi-negara-pengekspor-barang-berteknologi-tinggi-5nLOk4ZCDZ.jpg RI Siap Jadi Negara Pengekspor Barang Berteknologi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memproyeksikan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang memproduksi dan mengekspor barang berteknologi tinggi. Penilaian itu sekaligus menjadi target pemerintah untuk merealisasikan pada tahun-tahun mendatang.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mengutarakan, tujuannya Indonesia menjadi produsen teknologi tak lain untuk menjawab anggapan bahwa Indonesia hanya sekedar menjadi negara pengekspor barang mentah dan setengah jadi saja.

"Sekarang ekspor yang akan menjadi tren untuk ekspor kita dari yang tadinya barang mentah setengah jadi, kita akan mengekspor barang industri dan industri berteknologi tinggi. Untuk itu kita perlu buka non-traditional market," ujar dia Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Buah Lokal Rasa Internasional yang Diekspor hingga ke Belanda

Menurut Lutfi, dalam sektor perdagangan yang akan menopang produk domestik bruto atau PDB di Tanah Air adalah konsumsi, ekspor dan impor. Karena itu, dia menilai penting agar konsumsi diperbaiki. Sehingga dapat memberikan kepercayaan terhadap pasar, agar industri dan investasi bisa berjalan.

Dia menilai, kerja sama perdagangan Indonesia di tingkat global semakin membaik dari kali pertama dirinya menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kerja multilateral di sektor bisnid itu diyakini menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa ekspor bagi negara-negara lain.

Baca Juga: Harga Meledak, Ekspor Sarang Burung Walet Bisa Sampai Ratusan Triliun!

"Waktu saya jadi Mendag dulu kita cuma punya CEPA (European Union Comprehensive Economic Partnership) dengan Jepang, punya skema Asian dan preferensial trade agreement sama Pakistan. Hari ini kita punya sama Australia, EFTA (European Free Trade Association) dengan Swiss, Norway, Islandia," katanya.

Lutfi menjelaskan, tanpa perjanjian perdagangan bebas sangat sulit untuk Indonesia bisa menjual baja hingga mobil. "Karena itu non-tradisional market kita akan buka," tutur dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini