Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lobi-Lobi BKPM Capai Investasi Rp826,3 Triliun Sepanjang 2020

Hafid Fuad , Jurnalis-Selasa, 26 Januari 2021 |16:56 WIB
Lobi-Lobi BKPM Capai Investasi Rp826,3 Triliun Sepanjang 2020
Target Investasi. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Imam Soejoedi membeberkan strategi BKPM dalam menghimpun investasi yang melampaui target di 2020. Adapun sepanjang 2020 tercatat investasi sebesar Rp826,3 triliun dan menyerap tenaga kerja mencapai 1.126.361 orang.

"Meskipun dengan segala keterbatasan di masa pandemi Covid-19, namun kami tidak patah semangat dan melakukan segala opsi yang ada. Biasanya lobi-lobi dilakukan secara tatap muka namun kini sangat sulit dilakukan dan juga kesulitan bepergian ke luar negeri dengan pesawat," ujar Imam hari ini di siaran live Market Review di IDX Channel, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Soal Investasi, Bahlil: Gubernur Lain Perlu Belajar dari Ridwan Kamil

Pertama dia menjelaskan pihaknya memaksimalkan potensi dari investor yang sudah mendapatkan izin awal namun terkendala perizinan di pusat dan daerah.

"Kami lakukan koordinasi ke seluruh instansi pusat dan daerah dan semua kementerian lembaga juga mendukung," katanya.

Baca Juga: Investasi Industri Tumbuh Double Digit, Menperin: Pemerintah All Out

Berikutnya dia juga mencari strategi baru mengakali perjalanan ke luar negeri yang sulit dilakukan. Maka dari itu fokusnya menyasar investor yang memiliki cabang di Indonesia. Diskusi aktif dilakukan melihat apakah mereka akan memperluas investasinya ke sektor strategis lainnya.

"Kemudian kami juga aktif mendorong cabang BKPM di 8 negara dan aktif berkomunikasi secara masif," katanya.

Pihaknya juga mencatat kenaikan investasi domestik atau PMDN. Sejak 2016 ke 2020 terlihat porsi investasi yang masuk naik signifikan. Mulai dari menguasai porsi sebesar 35,3% di 2016, lalu porsinya naik 37% di 2017, lalu 45% di 2018, pada 2019 sebesar 47% dan sekarang menguasai 50,1% dibandingkan dari luar negeri.

"Ada perubahan kultur bisnis sejak pandemi ini. Sektor yang dominan adalah kereta api, telekomunikasi, dan pergudangan. Transportasi cepat jadi yang terbesar pada proyek cepat Jakarta Bandung dan juga telekomunikasi," jelasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement