JAKARTA - Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Indeks S&P dan Indeks Nasdaq tergelincir dari rekor penutupan tertinggi ketika investor mencerna sejumlah hasil laba perusahaan, sementara ekspektasi pengumuman kebijakan Federal Reserve (Fed) pada Rabu waktu setempat membantu membatasi kerugian.
Indeks Dow Jones Industrial Average berkurang 22,96 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup di 30.937,04 poin. Indeks S&P 500 turun 5,74 poin atau 0,15 persen menjadi menetap di 3.849,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir menyusut 9,93 poin atau 0,07 persen, menjadi 13.626,06 poin.
Ketiga indeks utama lebih tinggi pada awal perdagangan dengan Indeks Dow Jones naik lebih dari 160 poin pada tertinggi sesi. Sehari sebelumnya, Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq bertengger di rekor penutupan tertinggi. Untuk Indeks Nasdaq, penurunan juga menghentikan kenaikan beruntun lima sesi, kenaikan harian terpanjang sejak awal November.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Indeks S&P dan Nasdaq Catat Rekor Tertinggi
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan energi merosot 2,12 persen, memimpin penurunan. Sedangkan, sektor real estat terangkat 1,14 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
Saham 3M Co naik 3,26 persen sebagai salah satu pendorong terbesar di Dow setelah mendapat keuntungan dari biaya yang lebih rendah dan permintaan untuk masker respirator sekali pakai, pembersih tangan dan kacamata pengaman di tengah lonjakan infeksi virus corona.
Johnson & Johnson juga memberikan dorongan kuat, naik 2,71 persen karena produsen obat itu mengatakan pihaknya memperkirakan akan melaporkan data vaksin COVID-19 yang ditunggu-tunggu awal minggu depan.