Pengusaha Tambang Keroyokan Pasok Batu Bara

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351913 pengusaha-tambang-keroyokan-pasok-batu-bara-gJmerjlKyX.jpg Batu Bara (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, semua perusahaan produsen batu bara telah menyampaikan komitmennya. Terutama untuk memenuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri.

"Semua perusahaan pemasok batu bara kepada PLN sudah katakan komitmennya untuk memenuhi kewajibannya pada waktu yang disepakati," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin dalam konferensi pers, Rabu (27/1/2021).

 Baca juga: 6 Potensi Cadangan Batu Bara Ada di Wilayah Ini

Dia melanjutkan, mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan secara tahunan kepada pemasok batu bara untuk mengalokasikan 25% dari produksinya untuk pasar dalam negeri, khususnya untuk kepentingan pembangkitan listrik.

DMO dari target 550 juta metrik ton batubara adalah 137 juta metrik ton, sedangkan kebutuhan batu bara untuk pembangkit tahun ini diproyeksikan 113 juta metrik ton.

 Baca juga: Lampaui Target, Produksi Batu Bara 2020 Capai 561 Juta Ton

"Saat ini memang 25% dari rencana produksi harus digunakan di dalam negeri, baru boleh ekspor. Kami mengapresiasi juga perusahaan batu bara yang telah mementingkan penggunaan batu bara dalam negeri," ungkapnya.

Ridwan menuturkan, dalam proses bisnis rantai pasok batu bara ke listrik, ada 3 komponen yang terlibat. Pertama, kondisi business to business antara PLN dengan perusahaan pemasok batu bara. Kedua, kontribusi kebijakan pemerintah berupa menjadikan batu bara sebagai barang kena pajak. Ketiga, cuaca yang mempengaruhi pasokan batu bara.

Kebutuhan pasokan batu bara ke PLN tidak boleh tidak cukup. Semua perusahaan pemasok batu bara sudah menyatakan komitmennya untuk memenuhi kewajibannya, ada 54 perusahaan. Pemerintah sesuai kebijakan mengutamakan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri," pungkas Ridwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini