Warning! Transaksi Pakai Dinar Siap-Siap Dipenjara

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2353193 warning-transaksi-pakai-dinar-siap-siap-dipenjara-MFTa7GnrBx.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan transaksi dengan penggunaan mata uang selain rupiah termasuk dinar melanggar aturan undang-undang mata uang. Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penggunaan dinar bisa dipenjara hingga 1 Tahun.

Baca Juga: Transaksi Dikunci oleh BIS? BI: Hoax Menyesatkan

Sebagai informasi, ramai di media sosial terkait penggunaan dinar dan dirham di sebuah pasar Muamalah di kawasan Depok sebagai alat pembayaran.

"Kalau berdasarkan UU Mata Uang pasal 21 Rupiah wajib digunakan untuk transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang dan transaksi keuangan lainnya," kata Erwin di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Disebut Cetak Uang Rp300 Triliun, Ini Kata BI

Dengan demikian jika ada transaksi menggunakan denominasi non rupiah melanggar pasal 21 UU mata uang, dengan sanksi pidana kurungan paling lama 1 tahun dan pidana denda paling banyak 200 juta. Kalau ada yang menolak untuk menerima rupiah yang dimaksudkan untuk pembayaran juga dikenakan sanksi pidana yang sama (pasal 33).

"Sejauh ini BI aktif melakukan pendekatan persuasive untuk mengedukasi masyarakat agar paham terhadap peraturan tersebut. Itu salah satu alasan kami mengeluarkan statemen kemarin siang," tandasnya

Saat ini, penggunaan dirham di sebuah pasar di Depok, orang yang membeli tidak menggunakan uang rupiah. Jadi penjual hanya menerima mata uang koin dirham dan dinar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini