Pupuk Indonesia Segera Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahun Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 320 2353590 pupuk-indonesia-segera-terbitkan-obligasi-berkelanjutan-tahun-ini-mz8Jm7W1bw.jpg Pupuk Indonesia Terbitkan Obligasi Berkelanjutan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali akan menerbitkan obligasi berkelanjutan pada tahun ini. Hal ini menjadi salah satu dari lima strategi yang disiapkan perseroan dalam rangka transformasi perusahaan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengungkapkan, lima inisiatif strategis yang dilakukan tahun ini di antaranya, Customer Centric Model, R&D and Innovation Driven, Excellence in Operation and Supply Chain, Feedstock Security and Optimization serta Sustainability and Circular Economy.

Baca Juga: Anggaran Kementan Bakal Dipotong Rp6 Triliun, Komisi IV Ingatkan Krisis Pangan

“Menghadapi dinamika usaha ke depan, kami bertekad menjadi perusahaan yang lebih fokus lagi terhadap pelanggan. Sejumlah program juga telah kita inisiasi untuk bisa lebih merangkul dan meningkatkan loyalitas konsumen, dalam hal ini para petani dan pelaku dunia pertanian," kata Bakir, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/1/2021).

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo mengatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan pendapatan dari sektor komersil di tahun 2021, meningkatkan efisiensi dengan menekan biaya-biaya dan optimalisasi operasional pabrik, serta menjalankan proyek-proyek pengembangan seperti pabrik NPK PIM, pabrik katalis Merah Putih, persiapan pembangunan Pusri 3B, serta studi untuk pengembangan proyek pabrik pupuk dan methanol di Bintuni.

“Kami juga berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II pada kuartal 1 tahun 2020," jelas Eko.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Subsidi Ditambah Jadi 9 Juta Ton di 2021, Tunggu Hasilnya

Eko juga menambahkan, bahwa perusahaan menunjukkan kinerja positif selama 2020. Selama 2020, pendapatan perusahaan tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, demikian juga dengan total penjualan dan produksi.

“Pendapatan perusahaan mencapai target, sedangkan total penjualan adalah berhasil mencapai 117% dari target, dan total produksi juga mencapai 118% dari target," ujar Eko.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini