Teknologi KESDM Perpanjang Umur Produksi Biji Timah hingga 12 Tahun

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 320 2353884 teknologi-kesdm-perpanjang-umur-produksi-biji-timah-hingga-12-tahun-SBLgodXJPm.jpg Bijih Tambang (Okezone)

JAKARTA - Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Tekmira) Kementerian ESDM berhasil mengembangkan terobosan teknologi. Di mana, dengan memperpanjang umur produksi PT Timah Tbk selama 12 tahun.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT Timah Tbk Aidil Yuzar mengatakan sebagai pengguna jasa Tekmira, PT Timah merasakan kerja sama yang sangat baik karena Tekmira bisa menjawab persoalan besar di PT Timah.

 Baca juga: Soal Konflik PT Timah dengan Nelayan, Ini Pesan Gubernur Babel

"Ini tekait pengolahan mineral khususnya pengolahan bijih timah primer," ungkap Aidil Yuzar, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT Timah Tbk di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Guna mengoptimalkan hasil penambangan timah dimana mulai menipisnya sumber cadangan sumber daya cadangan timah alluvial baik darat maupun laut, Badan Layanan Umum (BLU) Tekmira berhasil menjawab tantangan tersebut dengan melakukan percobaan skala laboratorium, yang selanjutnya discale-up oleh tim litbang PT Timah menjadi skala pabrik dengan kapasitas 400 ton bijih timah primer dan memberikan hasil yang menggembirakan.

 Baca juga: Konflik PT Timah dan Nelayan, Gubernur Babel Galau

"Dengan formula dan kondisi proses yang disusun oleh Tekmira, kami berhasil membuktikan bahwa hanya dengan menggunakan kadar timah 10% dapat menghasilkan kadar timah primer sampai 60%. Jajaran direksi PT Timah Tbk memberikan apresiasi terhadap kinerja litbang kolaborasi PT Timah Tbk dengan Tekmira ini, karena terbukti mampu memberikan solusi untuk perusahaan di masa depan," lanjut Aidil.

Ia menyatakan potensi timah primer yang dimiliki oleh PT Timah Tbk saat ini lebih dari 500.000 ton, apabila dalam satu tahun mampu mengolah timah primer sebanyak 40.000 ton, maka umur PT Timah Tbk akan bertambah 12 tahun.

Kerja sama Tekmira-Timah dalam proses dan teknologi ekstraksi bijih timah primer terjalin sejak 2018, yang dimulai dengan kajian proses dan teknologi ekstraksi timah dari bijih primer dengan proses klorinasi basah.

"Lalu, berlanjut hingga 2020 untuk kajian tekno-ekonomi pengolahan bijih timah primer serta penyusunan studi kelayakan optimalisasi pemanfaatan sisa hasil pengolahan PT Freeport Indonesia (2019-2020)," bebernya.

Koordinator Kelompok Pengolahan dan Pemanfaatan Teknologi Mineral Tekmira Nuryadi Saleh merasa lega atas keberhasilan percobaan skala industri yang dilakukan Timah berdasarkan kondisi proses yang dilakukan di laboratorium Tekmira.

"Kami sangat gembira, Alhamdulillah, hasil skala produksi tidak menyimpang dari skala laboratorium. Untuk ke depannya, perlu dikaji benefisiasi untuk meningkatkan kadar besi di slag yang menghasilkan kadar sesuai grade yang ditetapkan pemerintah supaya bisa diekspor," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini