Bukan BLT, Ini Fakta Warga Terima Bansos Ayam Hidup

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 320 2354005 bukan-blt-ini-fakta-warga-terima-bansos-ayam-hidup-TsEOaz0QKK.jpg Ayam (Okezone)

JAKARTA - Penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Pagelaran Cianjur, Jawa Barat, tidak seperti biasanya. Warga penerima manfaat berinisiatif menghendaki salah satu komoditinya yaitu bansos ayam hidup. Meskipun dalam pedomam umum penyaluran BPNT tidak tertulis secara tegas.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Senin (1/2/2021).

 Baca juga: Bansos Tunai Rp300.000 Cair, Mensos: Agar Tak Makin Susah

1. Kecewa Dapat Bansos Ayam Hidup, Eh Baru Terima Sudah Ada yang Mati

Warga pun kecewa dan mempertanyakan bantuan itu. Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT tidak menyangka komoditas untuk pemenuhan protein hewani kali ini yang mereka dapatkan berbentuk ayam hidup dari sebelumnya dalam bentuk daging ayam potong beku.

Bahkan beberapa orang penerima tidak dapat menikmati bantuan tersebut karena ayam yang diterima mati selang beberapa jam.

Baca juga:  Bantuan UMKM Dicairkan, Ada Ikan hingga Modal Usaha

"Kami juga tidak tahu apa alasannya. Namun, untuk daging dari Ewaroeng yang kami terima dalam bentuk ayam hidup. Pastinya keberatan karena biasanya tinggal mengolah sekarang harus mengurusi ayam hidup. Bahkan ada yang baru menerima ayamnya sudah mati," kata Gofur, KPM warga Desa Pagelaran, Senin (25/1/2021).

2. Ini Tanggapan Dinsos Kabupaten Cianjur

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, Surya mengatakan baru mendapat laporan terkait komoditas daging ayam potong atau daging sapi yang seharusnya diterima KPM diganti dengan ayam hidup. Pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut karena tidak ada dalam pedoman umum untuk program BPNT.

"Ini baru pertama kali ada komoditas yang diganti dengan ayam hidup, bukan daging ayam potong yang diterima KPM. Kami baru mendapat laporan terkait hal tersebut. Namun, selama tidak ada yang keberatan, mungkin bukan masalah. Tapi kami akan tindak lanjuti terkait 6.000 lebih KPM menerima ayam hidup dari Ewaroeng di Kecamatan Pagelaran," katanya.

3. Berikut Pedoman Umum dari Kemensos RI

Surya menjelaskan berdasarkan pedoman umum dari Kemensos RI, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 melalui kartu khusus yang nantinya akan ditukarkan dengan sembako di jaringan layanan yang bernama e-Waroeng. Bantuan tersebut dapat ditukarkan menjadi empat komoditas, beras sebagai sumber karbohidrat, telur, daging sapi, daging ayam dan ikan sebagai sumber protein hewani.

Kemudian, kacang-kacangan atau tahu tempe sebagai protein nabati dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, dimana masing-masing komoditas dipasok oleh EWaroeng.

4. Alasan Warga Ingin Dapatkan Ayam Hidup

Salah satu warga, Baden menjelaskan alasan penerima manfaat ingin BPNT itu berupa ayam hidup, karena nantinya bisa dipelihara dan diternakan ataupun disembelih dalam keadaan segar. Di mana ayam yang diberikan tersebut beratnya sebesar satu kilogram.

“Selain ayam hidup, komoditi yang disalurkan telur enam butir, sayuran wortel setengah kilogram, tahu satu bungkus, jeruk empat butir serta bantuan pangannya berupa beras sebanyak sembilan kilogram,” kata Baden di Cianjur, Selasa (26/1/2021).

5. Camat Bantah Kabar Kematian Ayam Hidup

Sementara itu, Camat Pagelaran Deni Widya Lesmana membantah beredarnya informasi keluarga penerima manfaat mendapatkan penyaluran ayam yang mati. Pasalnya, selama penyerahan kepada warga tak ditemukan ayam yang mati tersebut.

“Selama penyaluran ayam hidup tidak menemukan adanya keluhan atau protes dari warga penerima manfaat BPNT,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini