Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LPI Jadi Jawaban Pembangunan Infrastruktur Tanpa APBN

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2021 |17:38 WIB
LPI Jadi Jawaban Pembangunan Infrastruktur Tanpa APBN
Pembangunan Infrastruktur. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA- Pembangunan menjadi progam utama mengakselerasi ekonomi. Hal itu, membuat pemerintah membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, kehadiran INA bertujuan mendukung pembangunan di Indonesia yang tidak cukup jika hanya bermodalkan APBN atau penugasan BUMN.

Baca Juga: Bentuk Perusahaan Patungan, LPI Bisa Kelola Kekayaan Negara

"Sementara kita tidak mungkin hanya mengandalkan instrumen yang terbatas, yatiu terutama APBN atau kekayaan negara yang dipisahkan yaitu BUMN. Kalau kita menggunakan 2 instrumen itu secara besar, pasti nanti akan muncul masalah sustainability," kata Sri Mulyani dalam rapat virtual, Senin (1/2/2021).

Kata dia, pembentukan LPI ini untuk meningkatkan momentum pembangunan. Lantaran, kehadiran LPI akan memberi kepastian terhadap modal pembangunan yang dibutuhkan Indonesia.

Baca Juga: Di DPR, Sri Mulyani Jelaskan Alur Kerja Lembaga Pengelola Investasi

"Di dalam rangka Indonesia tetap tunggu tinggi, kalau dulu mungkin ketika boom harga minyak atau komoditas terjadi, kita baru punya momentum lebih bagus lagi. Kita ingin momentum pembangunan itu terjaga secara baik," jelasnya.

Dia memastikan, kehadiran LPI tidak menutupi celah instrumen investasi lainnya bagi investor. Namun, justru melengkapi dengan yang sudah ada, sehingga memperbaiki iklim investasi di Indonesia. 

"Ini nanti akan menjadi complementary terhadap LPI-nya di mana orang mau bawa uang dan mau masuk ke Indonesia dan dia akan bersama-sama investasi. Jadi itu complementary, bukan saling menghilangkan, tapi saling menguatkan," tegasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement