Harga Minyak Naik 2%, Produsen Batasi Stok

Rabu 03 Februari 2021 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2355512 harga-minyak-naik-2-produsen-batasi-stok-JZGeSfvBL8.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak mencapai level tertinggi dalam 12 bulan setelah produsen-produsen utama menunjukkan bahwa mereka mengekang produksi kurang lebih sejalan dengan komitmen.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup naik USD1,11 atau 2,0%, menjadi USD57,46 per barel, kenaikan hari ketiga berturut-turut. Selama sesi, Brent sempat menyentuh USD58,05 tertinggi sejak Januari tahun lalu, dilansir dari Antara, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi USD53,1 per Barel 

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret bertambah USD1,21 atau 2,3%, menjadi menetap pada USD54,76 per barel, setelah mencapai tertinggi sesi di USD55,26 level tertinggi dalam satu tahun.

Harga minyak mentah global dan AS menguat ketika optimisme tentang lebih banyak stimulus ekonomi AS menambah bullish dari tingkat produksi OPEC, yang naik sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan pada Januari.

Kedua kontrak diperdagangkan lebih tinggi setelah penyelesaian, setelah American Petroleum Institute, sebuah kelompok perdagangan, mengatakan persediaan minyak dan bahan bakar lebih rendah pada minggu ini.

Baca juga: Harga Minyak Bervariasi di Tengah Vaksinasi dan Turunnya Stok AS

Produksi minyak mentah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik pada Januari untuk bulan ketujuh berturut-turut tetapi kenaikan itu lebih kecil dari yang diperkirakan, sebuah survei Reuters menemukan.

Pemotongan sukarela sebesar satu juta barel per hari oleh pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, akan dilaksanakan dari awal Februari hingga Maret.

Produksi Rusia meningkat pada Januari, sejalan dengan pakta OPEC+, sementara di Kazakhstan, volume minyak turun untuk bulan tersebut.

Reli meningkat karena Kongres AS tampak siap untuk mengadopsi paket stimulus ekonomi, dan ketika cuaca dingin AS meningkatkan permintaan minyak pemanas.

“Anda mendapatkan paket stimulus ekonomi AS yang tidak terpikir oleh siapa pun akan kami dapatkan,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat bersiap untuk mengambil langkah pertama meneruskan paket bantuan COVID-19 senilai 1,9 triliun dolar AS dari Presiden Joe Biden.

Cuaca dingin dan salju tebal di Northeast AS mendorong margin untuk minyak pemanas ke level tertinggi delapan bulan di 15,84 dolar AS, memberikan dukungan lebih lanjut untuk minyak mentah.

Stok bahan bakar distilat AS, termasuk minyak pemanas, turun dalam seminggu terakhir, menurut API. Kelompok itu mengatakan stok bensin dan minyak mentah juga turun. Angka pemerintah akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Namun, raksasa energi BP menandai awal yang sulit 2021 di tengah permintaan produk yang menurun, mencatat bahwa volume ritel Januari turun sekitar 20% tahun-ke-tahun, dibandingkan dengan penurunan 11% pada kuartal keempat.

Meski demikian, permintaan minyak diperkirakan akan pulih pada 2021, kata BP, dengan persediaan global terlihat kembali ke rata-rata lima tahun pada pertengahan tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini