JAKARTA - Harga minyak mentah melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak mencapai level tertinggi dalam 12 bulan setelah produsen-produsen utama menunjukkan bahwa mereka mengekang produksi kurang lebih sejalan dengan komitmen.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup naik USD1,11 atau 2,0%, menjadi USD57,46 per barel, kenaikan hari ketiga berturut-turut. Selama sesi, Brent sempat menyentuh USD58,05 tertinggi sejak Januari tahun lalu, dilansir dari Antara, Rabu (3/2/2021).
Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi USD53,1 per Barel
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret bertambah USD1,21 atau 2,3%, menjadi menetap pada USD54,76 per barel, setelah mencapai tertinggi sesi di USD55,26 level tertinggi dalam satu tahun.
Harga minyak mentah global dan AS menguat ketika optimisme tentang lebih banyak stimulus ekonomi AS menambah bullish dari tingkat produksi OPEC, yang naik sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan pada Januari.
Kedua kontrak diperdagangkan lebih tinggi setelah penyelesaian, setelah American Petroleum Institute, sebuah kelompok perdagangan, mengatakan persediaan minyak dan bahan bakar lebih rendah pada minggu ini.
Baca juga: Harga Minyak Bervariasi di Tengah Vaksinasi dan Turunnya Stok AS
Produksi minyak mentah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik pada Januari untuk bulan ketujuh berturut-turut tetapi kenaikan itu lebih kecil dari yang diperkirakan, sebuah survei Reuters menemukan.
Pemotongan sukarela sebesar satu juta barel per hari oleh pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, akan dilaksanakan dari awal Februari hingga Maret.
Produksi Rusia meningkat pada Januari, sejalan dengan pakta OPEC+, sementara di Kazakhstan, volume minyak turun untuk bulan tersebut.