Dalam dua tahun pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kementeeian BUMN mengakui masih tetap fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, seperti bandar udara (bandara), pelabuhan, dan jalan tol.
Pembangunan infrastruktur tidak saja dilakukan oleh BUMN Karya, namun, pemerintah memberikan tempat bagi perusahaan global untuk ambil andil dalam penggarapan proyek tersebut. Tiko menyebut, hal itu menjadi kesempatan baik untuk memperbaiki kapasitas aset pelat merah pasca pandemi Covid-19.
"Dalam dua tahun pertama, kami akan fokus pada aset infrastruktur, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan, saya pikir itu sangat jelas, kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas aset, dan juga meluaskan kapasitas dengan mitra global, untuk membawa trafik dan penciptaan nilai setelah pandemi," kata Tiko.
Dalam kajian pemerintah, pembangunan infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan menjadi fasilitas strategis untuk menopang lalu lintas atau perjalanan di tingkat domestik dan internasional.
"Saya pikir bandara dan pelabuhan akan sangat menarik dalam jangka menengah. Seperti yang Anda tahu, lalu lintas domestik Indonesia sangat tinggi, maka kami percaya pemulihan trafik, misalnya bandara, akan lebih cepat melayani bandara internasional. ini adalah poin yang kuat untuk mengundang investor untuk terlibat dalam proyek infrastruktur. Trafik lokal, dari penumpang dan kargo di Indonesia, saya pikir akan pulih lebih cepat dari internasional," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.