Ternyata Ini Alasan Jokowi Bentuk Lembaga Pengelola Investasi

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2368157 ternyata-ini-alasan-jokowi-bentuk-lembaga-pengelola-investasi-5D40jOLjoY.png Alasan Pembentukan LPI (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menceritakan awal terbentuknya dana abadi Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Menurut dia, sebelum membentuk SWF, Presiden Jokowi terlebih dahulu menanyakan mengenai pentingnya lembaga tersebut.

"Ini sejarahnya dulu. Di mana Pak Presiden tanya saya. Presiden itu hebat, dan mau mendengar masukan. Beliau tanya SWF itu apa, karena banyak negara sudah punya," ujar Menko Luhut dalam diskusi secara virtual, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Tak Lagi Utang, Mantan Menkeu Menanti Gebrakan LPI 

Dia menuturkan kepada Presiden Jokowi usai mendapatkan penjelasan dari para anak muda sebelum pertemuan dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

"Pada waktu itu Presiden Jokowi tanya saya, ada pertemuan dengan crown prince (UEA). Beliau mau mendengar masukan untuk dibahas bersama Putra Mahkota. Lalu saya katakan ini ada SWF, saya bilang ke Presiden saya juga baru tahu Pak. Dan ternyata sudah banyak negara punya," ungkap dia.

Kemudian, kata Luhut, SWF bisa menjadi mesin pendorong pertumbuhan bagi ekonomi Indonesia. Hal ini kemudian dibawa dalam pertemuan dengan Putra Mahkota UEA.

"Maka itu SWF menjadi engine of growth kita. Kita bisa backdoor listing, lalu ada master fund dan tematic fund. Presiden bicara ke crown prince, dan ternyata UAE leading di hal ini. Dan ADIA (SWF dari UEA), bantu kita," jelas dia.

Dia menambahkan ADIA atau Abu Dhabi Investment Authority merupakan dana abadi milik pemerintah UEA. Serta komitmen juga datang dari International Development Finance Corporation (IDFC) asal Amerika Serikat (AS).

"Jadi finalnya diskusi yang panjang dengan ADIA. Sekarang komitmen USD9,5 juta belum masuk ke mana mana," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini