Erick Thohir Ungkap 3 Tugas Berat LPI, Apa Saja?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 320 2368074 erick-thohir-ungkap-3-tugas-berat-lpi-apa-saja-J1SBxWzRn7.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Website BUMN)

JAKARTA - Usai memperkenalkan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) ke investor global, pemerintah pun membeberkan tiga fokus kerja lembaga pengelola investasi yang baru saja dibentuk tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, ada tiga fokus kerja LPI. Ketiganya adalah infrastruktur, optimalisasi market, dan aset BUMN.

Baca juga: 'Kecantikan' LPI Bikin Investor Asing Kepincut

"Prioritas INA (Indonesia Investment Authority) ada tiga, infrastruktur. Termasuk optimalisasi market atau aset market di BUMN," ujar Erick dalam gelaran Economic Outlook 2021 'Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021', Kamis (25/2/2021).

Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2020 tentang LPI, LPI adalah lembaga yang diberi kewenangan khusus (sui generis) untuk pengelolaan Investasi pemerintah pusat sebagaimana diamanahkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca juga: Jokowi Terbitkan Aturan Pajak LPI dan Mitranya

Dalam beleid tersbut, diatur mengenai tugas, Dewan Pengawas (Dewas), Dewan Direktur, manajer investasi, dan dana kelolaan investasi (Fund). Dewas dan Dewan Direktur merupakan struktur LPI itu sendiri.

Dalam bagian ketentuan umum aturan itu dijelaskan Dewas bertugas melakukan pengawasan atas penyelenggaraan LPI yang dilakukan Dewan Direktur. Sedangkan Dewan Direktur bertugas untuk menyelenggarakan pengurusan operasional LPI.

Sementara manajer investasi adalah perusahaan atau lembaga badan hukum yang telah memperoleh persetujuan atau izin dari otoritas untuk beroperasi sebagai manajer investasi. Secara khusus manajer investasi bertugas melakukan pengelolaan aset.

Dana Kelolaan Investasi (Fund) adalah sarana kendaraan investasi yang dapat berbentuk dana yang dikelola melalui perusahaan patungan, reksa dana atau kontrak investasi kolektif atau bentuk lainnya, baik berbadan hukum Indonesia maupun berbadan hukum asing, di mana, LPI berinvestasi di dalamnya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

"LPI bertujuan meningkatkan dan mengoptimalkan nilai Investasi yang dikelola secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan," tulis Pasal 5 dalam aturan tersebut.

Adapun LPI berfungsi untuk mengelola Investasi dan bertugas merencanakan, menyelenggarakan, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi Investasi. Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya manajemen LPI dapat melakukan penempatan dana dalam instrumen keuangan.

LPI juga menjalankan kegiatan pengelolaan aset, melakukan kerja sama dengan pihak lain termasuk entitas dana perwalian (trust fund), menentukan calon mitra Investasi, memberikan dan menerima pinjaman, menatausahakan aset. Ihwal kewenangan, manajemen dapat melakukan kerja sama dengan mitra Investasi, manajer investasi, BUMN, badan atau lembaga pemerintah atau entitas lain baik di dalam dan luar negeri.

Pemerintah pun sudah menggelontorkan dana kepada LPI sebesar Rp15 triliun atau setara dengan sekitar USD1 miliar. Dana tersebut sesuai dengan amanah PP Nomor 73 Tahun 2020.

Meski begitu, dalam skemanya modal awal lembaga investasi itu ditetapkan sebesar Rp75 triliun. Untuk penyetoran modal awal berupa dana tunai diberikan pemerintah senilai Rp15 triliun.

Untuk pemenuhan modal setelah penyetoran modal awal, dilakukan secara bertahap sampai dengan tahun 2021. Modal LPI pun dapat dilakukan melalui skema penyertaan modal negara atau berasal dari sumber lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini