Menko Luhut Restui Investasi Smelter Tsingshan-Freeport

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2356053 menko-luhut-restui-investasi-smelter-tsingshan-freeport-GY5ZsP3g2U.jpg Tambang (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut PT Freeport Indonesia bersama Tsingshan perusahaan asal China akan menjalani kerja sama untuk membangun smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera.

Menurut Luhut, kesepakatan kerja sama antara Tsingshan dan Freeport itu menjadi pendorong investasi di Indonesia. Terutama dari sisi hilirisasi tambang yang mulai dalam enam tahun belakangan ini.

 Baca juga:

"Jadi finalisasi perjanjian antara Tsingshan dengan Freeport di Weda Bay, Halmahera. Hal ini akan membuat smelter dari copper yang sebagian menghasilkan asam sulfat," ujar dia dalam acara Dialog Special: Tantangan dan Optimisme Investasi 2021 IDX Channel, Rabu (3/2/2021).

Kemudian, lanjut Luhut, asam sulfat yang dihasilkan oleh smelter Freeport-konsorsium Tsingshan akan terintegrasi dengan smelter nikel ore sebagai bagian dari produksi lithium battery. Adapun, kesepakatan Freeport dengan perusahaan asal China itu akan menyentuh angka USD2,8 miliar.

"Apabila ini semua berjalan sesuai rencana, maka di 2023 kita akan memproduksi lithium battery NM811, itu yang terbaru teknologinya," tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut target investasi yang dinaikkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi Rp900 triliun pada tahun ini akan tercapai.

Pihaknya juga optimis hal itu bisa tercapai, karena berangkat dari ralisasi investasi di tahun 2020 yang sudah mencapai angka Rp826 triliun. Sehingga, untuk memenuhi target yang dipasang Presiden Jokowi tidak terlalu sulit.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini