Wall Street Mixed. Indeks Dow dan S&P 500 Naik 3 Hari Berturut

Kamis 04 Februari 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 278 2356189 wall-street-mixed-indeks-dow-dan-s-p-500-naik-3-hari-berturut-qJKxaTdmcm.jpeg Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Indeks saham utama di Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan Dow dan S&P 500 sedikit menguat untuk hari ketiga berturut-turut ketika saham Alphabet Inc mencapai rekor tertinggi menyusul hasil kuartalan yang kuat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 36,12 poin atau 0,12% menjadi berakhir di 30.723,60 poin. Indeks S&P 500 menguat 3,86 poin atau 0,10% menjadi menetap di 3.830,17 poin. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 2,23 poin atau 0,02%, menjadi 13.610,54 poin, dilansir dari Antara, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga: Wall Street Meroket, Indeks Dow Jones Naik 475,57 Poin

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melambung 4,27% seiring dengan kenaikan harga minyak, memimpin keuntungan. Sektor consumer discretionary tergelincir 0,76%, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Saham alfabet berakhir melonjak 7,3% dan memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500. Induk perusahaan Google itu pada Selasa malam (2/2/2021) membukukan hasil penjualan kuartalan yang melampaui ekspektasi untuk bisnis iklan dan cloud, sebagian dibantu oleh pandemi.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat, Saham Teknologi dan Perak Pemicunya

Dengan hasil yang lebih kuat dari perkiraan baru-baru ini dari Alphabet dan perusahaan lain, perusahaan-perusahaan S&P 500 sekarang berada di jalur yang tepat untuk mencatat pertumbuhan laba kuartal keempat 2020 dan menentang ekspektasi untuk penurunan laba kuartalan lainnya karena pandemi, berdasarkan data dari Refinitiv pada Rabu (3/2/2021).

Indeks Volatilitas CBOE turun, dan ayunan liar dalam harga saham GameStop dan favorit media sosial lainnya mereda menyusul hiruk pikuk perdagangan baru-baru ini. Saham GameStop berakhir naik hanya 2,7%.

"Aliran berita keuangan terus menjadi kuat," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Stamford, Connecticut.

Aktivitas perdagangan ritel baru-baru ini kemungkinan besar "akan ada di sini untuk sementara waktu", kata O'Rourke. "Saya tidak tahu apakah akan berada di sini dengan intensitas yang sama ... Sulit untuk mempertahankan jenis intensitas seperti itu. Apa yang mungkin akan kita lihat adalah gerakan terkoordinasi dalam nama individu oleh kerumunan itu."

Membebani Nasdaq dan membatasi keuntungan di pasar yang lebih luas, saham Amazon.com Inc turun 2,0% karena langkah mengejutkan Jeff Bezos untuk mundur sebagai kepala eksekutif membatalkan optimisme tentang hasil kuartalan yang sangat besar. Namun, para analis optimis dengan promosi kepala cloud computing-nya ke posisi teratas.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengadakan pertemuan minggu ini dengan para pejabat tinggi, termasuk dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dan Federal Reserve, untuk membahas volatilitas pasar yang didorong oleh perdagangan ritel saham GameStop, perak, dan saham lain yang disukai di media sosial.

SEC sedang meninjau postingan media sosial untuk mencari tanda-tanda potensi penipuan di balik hiruk pikuk perdagangan baru-baru ini di saham GameStop dan perusahaan lain, menurut laporan Bloomberg News, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Presiden AS Joe Biden mengadakan panggilan konferensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat dari Demokrat dan berbicara dengan senator Demokrat di Gedung Putih ketika partai tersebut bersiap untuk menggunakan manuver prosedural guna mendorong paket bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS dari Biden tanpa suara dari Partai Republik jika perlu.

Di sisi ekonomi, Laporan ADP menunjukkan perekrutan oleh perusahaan swasta AS rebound sebesar 174.000 pada Januari setelah penurunan pada Desember. Laporan pekerjaan yang lebih komprehensif diharapkan pada Jumat (5/2/2021).

Survei ISM terpisah menunjukkan aktivitas industri jasa AS melaju ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada Januari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini