Besok Diumumkan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus 2,5%

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 320 2356369 besok-diumumkan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-diprediksi-minus-2-5-Jx3OZnNatm.jpg Pertumbuhan Ekonomi RI 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tertekan selama pandemi Covid-19. Bahkan ekonomi Indonesia terpaksa masuk ke jurang resesi akibat pandemi yang melanda selama 2020.

Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 5,32% dan pada kuartal III-2020 terkontraksi di minus 3,49%.

Badan Pusat Statistik (BPS) pun segera merilis keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2020, pada Jumat 5 Februari 2021.

Baca Juga: Mari Elka: Butuh Lima Tahun Kembalikan Ekonomi seperti Sebelum Covid-19

Menurut Direktur Riset CORE Piter Abdullah, ekonomi Indonesia secara keseluruhan di tahun 2020 akan di kisaran angka 2% hingga 2,5%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 saya perkirakan di kisaran minus 2% sampai dengan minus 2,5%," ujarnya kepada Okezone, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,2%

Dia menjelaskan, alasannya karena kasus baru Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan adanya penurunan, sehingga aktivitas perekonomian belum berjalan stabil.

"Masih akan negatif karena masih tingginya kasus covid yang memaksa pemerintah memperketat PSBB," ujarnya.

Sementara itu, Ekonom dari INDEF Bhima Yudhistira menilai ekonomi Indonesia di 2020 masih minus pada angka 1,8%. Namun angka itu terjadi apabila pertumbuhan kuartal IV tercatat minus 2,02%.

"Pertumbuhan pada tahun 2020 diperkirakan berada dikisaran -1.8% dengan asumsi pertumbuhan di kuartal IV sebesar -2,02%," katanya.

Menurut dia, memang amat mustahil untuk ekonomi Indonesia tumbuh positif di 2020.

"Sangat berat tahun 2020 untuk bisa positif karena kuartal terakhir masyarakat masih rendah mobilitasnya dan mempengaruhi pola musiman libur panjang Natal tahun baru dimana konsumsi biasanya naik lebih tinggi dibanding bulan biasa," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini