Share

Simpanan Masyarakat di Bank Tembus Rp6.737 Triliun, Bisa Bayar Utang Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 320 2356460 simpanan-masyarakat-di-bank-tembus-rp6-737-triliun-bisa-bayar-utang-indonesia-Qa73GslStc.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat pada 109 bank umum per Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar 10,86% (YoY) dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi Rp6.737 triliun atau tumbuh 0,53% (MoM) dari bulan sebelumnya.

Besaran simpanan masyarakat Rp6.737 triliun tentunya bisa membayar utang pemerintah Indonesia. Tercatat, utang pemerintah Indonesia mencapai Rp6.074 triliun akhir Desember 2020.

Adapun jumlah rekening simpanan pada bulan Desember 2020 ini tumbuh 16,12% secara YoY menjadi 350.324.950 rekening dibandingkan bulan Desember tahun lalu. Kemudian apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (November 2020), jumlah rekening perbankan naik 1,68% (MoM).

Baca Juga: Tabungan Penduduk Masyarakat RI Tembus Rp6.701 Triliun

Data bulan Desember 2020 menunjukkan adanya peningkatan nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta sebesar 2,76% MoM atau 8,06% YoY menjadi Rp954 triliun, di sisi lain simpanan dengan tiering di atas Rp5 miliar terpantau mengalami penurunan sebesar -1,32% MoM namun secara tahunan tumbuh Rp14,19% YoY menjadi Rp3.207 triliun.

Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih menyatakan bahwa data pergerakan simpanan bulan Desember mengindikasikan bahwa penyebaran dana simpanan di perbankan khususnya pada simpanan dengan saldo di bawah Rp5 miliar telah merata.

"Adanya penurunan pertumbuhan bulanan pada simpanan tiering besar ini mengikuti pola seasonal dimana pengeluaran pemerintah dan korporasi cenderung lebih besar pada akhir tahun," terang Lana di Jakarta, Kamis(4/2/2021).

Dari total simpanan sebesar Rp6.737 triliun, berdasarkan jenisnya, proporsi terbesar ialah deposito (40,85%), tabungan (32,32%), giro (25,59%), deposit on call (1,14%) dan sertifikat deposito (0,10%).

Jenis simpanan yang mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni giro sebesar 15,48% YoY menjadi Rp1.724 triliun. Sedangkan sertifikat deposito adalah jenis simpanan yang mengalami penurunan nominal paling besar yakni 65,68% YoY.

"Berdasarkan data per Desember 2020, jumlah rekening simpanan yang dijamin LPS telah mencapai di atas target yang ditetapkan Undang-Undang LPS (target sebesar 90%) yaitu sebesar 99,91% atau sebanyak 350.023.911 rekening," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini