Masih Ada BLT Belum Cair, Ekonomi RI Kuartal I-2021 Bisa Positif?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 320 2356470 masih-ada-blt-belum-cair-ekonomi-ri-kuartal-i-2021-bisa-positif-snV8qrcxtS.jpg Pertumbuhan Ekonomi RI 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia segera dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Dampak pandemi Covid-19 di 2020 pun masih menjadi beban terberat perekonomian.

Wabah tersebut pun juga menimbulkan krisis perekonomian hingga beberapa negara harus tercebur ke jurang resesi akibat tak mampu menahan serangan penyebaran virus corona.

Baca Juga: Besok Diumumkan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus 2,5%

Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 5,32% dan pada kuartal III-2020 perekonomian nasional terkontraksi di minus 3,49%. Lalu, apakah kuartal pertama di 2021 perekonomian Tanah Air sudah kembali ke jalur positif?

Menurut Direktur Riset CORE Piter Abdullah pemulihan masih belum bisa terjadi dalam waktu dekat ini. Oleh sebab itu, hampir dipastikan ekonomi Indonesia masih terkontraksi pada kuartal I-2021.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,2%

"Triwulan 1-2021 masih akan negatif," ujarnya kepada Okezone, Jumat (5/2/2021).

Dia menjelaskan, alasannya karena alasannya karena kasus baru Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan adanya penurunan, sehingga aktivitas perekonomian belum berjalan stabil.

"Masih akan negatif karena masih tingginya kasus covid yang memaksa pemerintah memperketat PSBB," ujarnya.

Hal senada dikatakan, Ekonom dari INDEF Bhima Yudhistira mengatakan bahwa ekonomi belum bisa pulih, ketika mengingat kasus baru Covid-19 masih cukup tinggi. Karena lonjakan kasus yang terjadi setiap hari itu membuat masyarakat masih ogah untuk melakukan aktivitas ekonomi.

"Selain itu, program stimulus yang digelontorkan tahun lalu masih banyak yang belum menerima bantuan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini