JAKARTA - Krisis ekonomi pasti selalu ada yang menjadi korban. Hal ini pernah dialami Sanjay Shah yang harus menjadi pengangguran karena krisis keuangan yang terjadi satu dekade lalu.
Meski begitu, Shah tak lantas meratapi nasib yang harus menjadi pengangguran di tengah krisis. Dia kembali ke posisi semula dengan cara menyiapkan dana sendiri dengan melakukan investasi.
Melihat ada kesempatan untuk menghasilkan uang yang berlipat, dia langsung memanfaatkannya. Dirinya melihat ada aturan yang tak tegas dalam undang-undang pajak dividen yang diberlakukan pada saat itu. Alhasil, dalam beberapa tahun, dia mencatat kenaikan spektakuler dari ketidakjelasan lantai perdagangan menjadi mengumpulkan sebanyak USD700 juta atau sekitar Rp9,8 triliun (mengacu kurs Rp14.000 per USD).
Selain itu, Shah juga memiliki portofolio di sektor properti dari mulai Regent's Park di London hingga Dubai. Selain itu, dirinya juga menjadi bos di sebuah kapal pesiar setinggi 62 kaki dan memesan Drake, Elton John dan Jennifer Lopez untuk bermain untuk sebuah badan amal autisme yang didirikan
Namun, uang yang didapatkan oleh Shah ini menimbulkan kontroversi. Anggota parlemen Jerman menyebutnya sebagai perampokan pajak terbesar dalam sejarah.
Baca Selengkapnya: Miliki Harta Rp9,8 Triliun tapi Orang Ini Dicari Banyak Negara, Ada Apa?
(Feby Novalius)