Hindari 6 Kesalahan Ini saat Kelola Keuangan

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 622 2357069 hindari-6-kesalahan-ini-saat-kelola-keuangan-PKq9jxiMjM.jpg Tips Kelola Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kelola keuangan yang tepat tentu menjadi hal yang harus diterapkan dari penghasilan yang diperoleh. Pastinya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam kelola keuangan tersebut.

Namun, tidak sedikit juga orang yang masih melakukan kesalahan dalam mengelola pendapatan.Hal tersebut kerap membuat seseorang merasa bersalah dan bingung tentang cara yang mesti dilakukan dalam mengatur keuangan dengan baik.

Mengutip dari buku 10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri Khusus Karyawan karya Lutfi Trisandi Rizki, SE, MM, RFA, CFP, QWP, AEPP, & Iin Susanto, Kamis (4/2/2021) ini beberapa kesalahan yang dilakukan oleh banyak orang saat kelola keuangan.

1. Menganggap Perencanaan Uang Tidak Penting

 

Hal seperti ini terjadi karena biasanya orang lebih fokus pada jumlah gaji yang diterima. Padahal perencanaan keuangan tidak hanya bisa dilakukan oleh karyawan bergaji besar.

Justru yang gajinya kecil atau pas-pasan bisa memanfaatkan perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu perencanaan uang penting untuk semua karyawan, berapapun nominal gajinya.

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan agar Pengeluaran Tak Berlebihan 

2. Menabung Tanpa Tujuan

Jika hanya menabungkan sisa-sisa uang receh kembalian, itu artinya menabung tanpa tujuan. Hal ini tidak akan memotivasi diri untuk menabung dengan nominal yang lebih banyak.

Untuk itu, menabung perlu tujuan. Setelah tujuan ditetapkan, pisahkan uang tabungan ke dalam rekening khusus agar tidak tercampur dengan uang kebutuhan sehari-hari.

3. Tidak Menabung di Awal

Menabung memang harus dipaksakan. Agar merasa ada motivasi maka harus memiliki tujuan yang jelas. Cara memaksakan diri untuk menabung adalah melakukannya di awal, yaitu sesaat setelah menerima gaji.

Dengan begitu tidak akan lagi tergoda untuk menghabisakan uang dengan boros. Jika perlu gunakan ATM agar susah untuk mengambilnya. Kebiasaan ini akan membentuk kebiasaan baik yang akan berdampak pada hidup di masa depan.

4. Tidak Memiliki Dana Darurat

Jangan sampai suatu saat mengalami musibah seperti kecelakaan, sakit, atau bahkan di keluarkan dari pekerjaan tetapi tidak menyimpan dana darurat. Hal ini tentu saja menjadi kesalahan fatal. Oleh karena itu, dalam perencanaan keuangan, dana darurat merupakan dana yang wajib dimiliki oleh setiap individu atau keluarga. Dana berguna saat ada hal-hal tak terduga yang membutuhkan uang.

5. Tabungan Disamakan dengan Dana Darurat

Kebanyakan orang menganggap tabungan adalah cadangan dana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendadak. Ternyata penggunaan hal tersebut kurang tepat. Dalam perencanaan keuangan, untuk memenuhi kebutuhan tak terduga, gunakan uang dana darurat bukan tabungan.

Sebab tabungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah direncanakan, seperti membeli suatu barang ata berlibur. Perbedaan lainnya, uang tabungan sebaiknya tidak disimpan di rekening yang terdapat kartu ATMNya yang mudah dijangkau dan diambil. Sedangkan dan darurat justru harus likuid atau mudah dicairkan, jadi sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung diambil.

6. Menabung Disamakan dengan Investasi

Banyak orang yang belum bisa membedakan penggunaan instrumen investasi dan tabungan dalam perencanaan keuangan. Instrumen investasi seperti saham ataupun reksadana, dapat digunakan untuk tujuan jangka panjang di atas 5 tahun.

Seperti untuk uang modal menikah dan membeli rumah. Sementara tabungan digunakan untuk tujuan jangka pendek yang umumnya di bawah 1 tahun. Seperti untuk liburan atau membeli alat elektronik baru. Perlu diingat, untuk melakukan investasi pilihlah instrumen keuangan yang tepat dan jelas sehingga bisa mempercepat pencapaian tujuan keuangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini